Taktiknews.com, Medan – Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal pada awal semester genap tahun ajaran 2025/2026, meskipun sejumlah daerah masih menghadapi dampak banjir dan tanah longsor.
Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Sumatra Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, saat menghadiri peresmian sekolah penerima Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di Kota Medan, Minggu (4/1/2026).
Bobby menekankan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu program prioritas utama Pemprov Sumut. Oleh karena itu, berbagai langkah antisipasi telah dilakukan agar proses pembelajaran tidak terganggu, terutama di wilayah terdampak bencana.
“Dari lebih 50 SMA dan SMK yang terdampak bencana di 18 kabupaten dan kota, hanya dua sekolah yang mengalami kerusakan berat. Selebihnya siap melaksanakan pembelajaran mulai Senin, 5 Januari 2026,” ujar Bobby di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ia menjelaskan, wilayah yang mengalami dampak bencana paling signifikan meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, serta Kota Sibolga. Meski demikian, pemerintah provinsi bersama pemerintah pusat telah melakukan percepatan penanganan, termasuk pendataan dan pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak.
Menurut Bobby, pemulihan sarana pendidikan pascabencana menjadi fokus utama pemerintah daerah, sejalan dengan arahan Presiden agar layanan dasar masyarakat, khususnya pendidikan, tidak terhenti.
“Sekolah harus tetap menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar, meski di tengah kondisi darurat. Itu komitmen kami,” tegasnya.
Selain persoalan bencana, Bobby juga menyoroti ketimpangan akses pendidikan di wilayah tertinggal, khususnya Kepulauan Nias. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Sumut menetapkan kebijakan sekolah gratis bagi jenjang SMA dan SMK di seluruh wilayah Kepulauan Nias mulai tahun 2026.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal hanya karena persoalan biaya atau keterbatasan wilayah,” katanya.
Tak hanya itu, Pemprov Sumut juga merencanakan pembangunan SMA unggulan Sukma di Kepulauan Nias pada 2026. Sekolah tersebut diharapkan menjadi pusat pengembangan talenta siswa sekaligus mendukung program nasional penguatan pendidikan menengah.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Bobby menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, atas dukungan revitalisasi dan digitalisasi sekolah di Sumatra Utara. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci peningkatan mutu pendidikan, terutama di tengah tantangan bencana dan ketimpangan wilayah.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis Sumatra Utara mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.***













