Banner Website
Peristiwa

Mendagri Dorong Percepatan Penanganan Pascabanjir Aceh Tamiang, Hunian Tetap Jadi Prioritas

56
×

Mendagri Dorong Percepatan Penanganan Pascabanjir Aceh Tamiang, Hunian Tetap Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Mendagri Dorong Percepatan Penanganan Pascabanjir Aceh Tamiang, Hunian Tetap Jadi Prioritas
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian (ketiga dari kanan) meninjau tumpukan gelondongan kayu sisa banjir bandang di Lokop, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Senin (22/12/2025). Dalam kunjungannya ke wilayah pedalaman Aceh Timur tersebut, Mendagri menyalurkan bantuan bagi para pengungsi sekaligus memastikan penanganan pascabencana banjir bandang berjalan optimal, menyusul ratusan rumah warga yang rusak dan hilang akibat luapan Sungai Lokop pada 26 November 2025./Taktiknews/info

Taktiknews.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya percepatan penanganan dampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya pembersihan lumpur yang masih menutupi berbagai fasilitas publik, perkantoran, hingga permukiman warga.

Menurut Mendagri, persoalan tersebut menjadi fokus utama dalam koordinasi antara Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, unsur Forkopimda, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Yang kita bahas adalah langkah-langkah konkret penanganan di lapangan, termasuk pemetaan kebutuhan dan persoalan yang harus segera ditangani di Aceh Tamiang,” ujar Tito Karnavian dalam keterangan resminya, Selasa (23/12/2025).

Selain penanganan infrastruktur pascabanjir, pemerintah juga memprioritaskan penyediaan hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah berat akibat bencana. Tito menyebut, pembangunan hunian tersebut akan melibatkan dukungan berbagai pihak, termasuk sektor swasta.

Untuk merealisasikan program tersebut, Mendagri meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang segera menyiapkan lahan. Ia menegaskan, pemerintah pusat siap bergerak cepat begitu seluruh persyaratan terpenuhi.

“Jika lahannya sudah tersedia, proses pembangunan bisa langsung kita dorong agar masyarakat segera mendapatkan tempat tinggal yang layak,” katanya.

Sementara itu, bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang, pemerintah akan menyalurkan bantuan dalam bentuk dana tunai. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membersihkan rumah dan melakukan perbaikan agar warga bisa kembali beraktivitas normal.

“Setelah data diverifikasi, bantuan akan disalurkan dalam bentuk uang. Masyarakat bisa pulang dan mulai menata kembali rumahnya,” jelas Mendagri.

Mendagri juga mengajak seluruh elemen, termasuk pemerintah daerah lain yang tidak terdampak bencana, untuk menunjukkan solidaritas dan semangat gotong royong membantu para korban banjir di Aceh Tamiang.

Dalam kunjungannya, Tito turut menyerahkan bantuan logistik yang bersumber dari pemerintah maupun pihak swasta. Bantuan tersebut meliputi pakaian, bahan makanan, selimut, serta kebutuhan khusus bagi perempuan dan anak-anak.

Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak. Pemerintah, kata Tito, berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Ini bukan bantuan sekali saja. Pemerintah akan terus hadir untuk memastikan pemulihan berjalan dengan baik,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *