Banner Website
Nasional

MagangHub Kemnaker Jadi Solusi Lulusan Minim Pengalaman Kerja

48
×

MagangHub Kemnaker Jadi Solusi Lulusan Minim Pengalaman Kerja

Sebarkan artikel ini
MagangHub Kemnaker Jadi Solusi Lulusan Minim Pengalaman Kerja
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, saat meninjau langsung pelaksanaan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) di Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jumat (13/3/2026). Taktiknews/Biro Humas Kemnaker

Taktiknews.com, Bandung – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan pentingnya program pemagangan sebagai solusi untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi kebutuhan dunia industri. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, saat meninjau langsung pelaksanaan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) di Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jumat (13/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Cris menilai program pemagangan menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan klasik yang sering dihadapi lulusan baru, yakni minimnya pengalaman kerja ketika memasuki pasar tenaga kerja.

Menurutnya, banyak perusahaan mensyaratkan pengalaman kerja bagi pelamar, sementara lulusan diploma maupun sarjana yang baru menyelesaikan pendidikan sering kali belum memiliki pengalaman tersebut.

“Program pemagangan nasional menjadi salah satu cara efektif untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata. Ini yang sangat dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri,” ujar Cris.

Ia menjelaskan, program MagangHub yang berlangsung selama enam bulan memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung di lapangan sekaligus memahami kebutuhan dunia kerja. Pengalaman tersebut nantinya dapat menjadi nilai tambah dalam curriculum vitae (CV) para peserta ketika melamar pekerjaan.

Program pemagangan yang sedang berjalan saat ini diperkirakan akan berakhir pada periode April hingga Juni 2026. Setelah tahap tersebut selesai, Kemnaker berencana kembali membuka program MagangHub dengan cakupan yang lebih luas agar semakin banyak masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama.

“Kami akan memperluas pelaksanaan program ini agar lebih banyak masyarakat memperoleh keterampilan sekaligus pengalaman kerja,” kata Cris.

Selain itu, Kemnaker juga berencana memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi serta balai pelatihan vokasi dan produktivitas guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemagangan di masa mendatang.

Dalam kunjungan tersebut, Cris disambut oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, serta Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin, Fajar Nur Cahyono.

Fajar menilai kolaborasi antara Kemnaker dan pihak pemasyarakatan memberi dampak positif terhadap proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, program ini membuka kesempatan bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

“Program ini sangat membantu proses pembinaan di lapas sekaligus memberi bekal keterampilan bagi warga binaan ketika mereka kembali ke lingkungan sosial,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cris juga berdialog dengan peserta MagangHub. Salah satunya adalah Anggi, peserta magang dari Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung yang merupakan lulusan Universitas Padjadjaran dan mengikuti program di sektor peternakan.

Anggi mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti program tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada pembinaan kedisiplinan, tetapi juga pengembangan keterampilan.

“Awalnya saya berpikir kehidupan di lapas hanya sebatas menjalani hukuman. Namun ternyata banyak program pembinaan seperti peternakan, pertanian, pramuka hingga pelatihan konveksi,” katanya.

Ia bahkan menunjukkan jersey hasil produksi pelatihan konveksi yang telah dipasarkan secara daring melalui marketplace. Hal ini menunjukkan bahwa program pemagangan tidak hanya memberi pengalaman kerja, tetapi juga membuka peluang usaha bagi para peserta.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *