TaktikNews.com, Meranti – Komitmen pemberantasan narkoba di internal kepolisian kembali ditegaskan Polres Kepulauan Meranti. Sebanyak lima personel dinyatakan positif menggunakan narkoba setelah menjalani tes urine yang digelar oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam).
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa membenarkan temuan tersebut saat dikonfirmasi wartawan TaktikNews.com, Rabu (11/2/2026). Dari hasil pemeriksaan laboratorium, kelima anggota terdeteksi mengandung zat Methamphetamine dan Amphetamine.
βTes urine sudah kami lakukan dan hasilnya menunjukkan adanya kandungan narkotika jenis Methamphetamine dan Amphetamine,β ujar AKBP Aldi Alfa.
Tes urine dilakukan secara mendadak di halaman apel Mapolres Kepulauan Meranti pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan internal guna menjaga integritas dan profesionalisme anggota Polri.
Lima personel yang dinyatakan positif masing-masing berinisial Aipda H.K, Bripka M.J, Brigadir A.C, Aiptu D.C, dan Bripka M.S.
Kapolres menegaskan, pihaknya langsung mengambil langkah tegas terhadap kelima oknum tersebut. Seluruhnya telah dicopot dari jabatan (nonjob) dan saat ini menjalani penempatan khusus (patsus) sambil menunggu proses pemeriksaan lanjutan serta sidang disiplin dan kode etik.
βMereka sudah kami nonjobkan dan ditempatkan secara khusus. Proses pemeriksaan masih berjalan hingga tahap persidangan,β jelasnya.
AKBP Aldi Alfa menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi anggota Polri yang terlibat penyalahgunaan narkoba, terlebih di tengah upaya kepolisian memberantas peredaran narkoba di masyarakat.
βSaya tegaskan, tidak ada toleransi bagi anggota yang menyalahgunakan narkoba. Siapapun yang terbukti, akan kami tindak tegas sesuai aturan,β katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Polres Kepulauan Meranti akan meningkatkan pembinaan internal melalui sosialisasi bahaya narkoba, penegasan sanksi hukum, serta pelaksanaan penegakan ketertiban dan disiplin (gaktiblin) secara rutin dan berkelanjutan.
βKami berkomitmen memperkuat pengawasan internal agar kasus serupa tidak terulang dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri tetap terjaga,β tutup Kapolres.***













