Banner Website
Peristiwa

Lapas Pekanbaru Fasilitasi Ibadah Buddha, Tegaskan Hak Beragama Warga Binaan

36
×

Lapas Pekanbaru Fasilitasi Ibadah Buddha, Tegaskan Hak Beragama Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Lapas Pekanbaru Fasilitasi Ibadah Buddha, Tegaskan Hak Beragama Warga Binaan
Warga binaan beragama Buddha yang digelar di Cetiya Dharma Bakti Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Rabu (21/1/2026). /Taktiknews/HO-Kemenkum Riau

Taktiknews.com, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menegaskan komitmennya dalam menjamin hak-hak dasar warga binaan, khususnya kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah bagi warga binaan beragama Buddha yang digelar di Cetiya Dharma Bakti Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Rabu (21/1/2026). Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan.

Ibadah diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama Buddha dengan pendampingan petugas lapas serta pembimbing rohani.

Suasana tenang dan khidmat terasa selama pelaksanaan ibadah, mencerminkan proses perenungan diri serta pembinaan spiritual bagi para peserta.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan peningkatan kualitas kepribadian warga binaan.

“Pembinaan rohani memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran, pengendalian diri, serta nilai-nilai moral warga binaan selama menjalani masa pidana,” ujarnya.

Menurut Yuniarto, penyelenggaraan ibadah ini sekaligus menjadi bentuk nyata pemenuhan hak konstitusional tanpa diskriminasi.

Setiap warga binaan, kata dia, diberikan kesempatan yang sama untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing dengan tetap mengacu pada aturan yang berlaku.

“Ibadah bukan hanya hak, tetapi juga sarana pembinaan mental dan spiritual agar warga binaan siap kembali ke tengah masyarakat dengan sikap yang lebih baik,” tegasnya.

Melalui kegiatan ibadah yang rutin dan terfasilitasi dengan baik, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang humanis, religius, dan berorientasi pada pembinaan, sejalan dengan tujuan utama sistem pemasyarakatan di Indonesia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *