Taktiknews.com, Pekanbaru – Museum Sang Nila Utama Provinsi Riau mencatat tren menggembirakan sepanjang tahun 2025. Jumlah kunjungan publik mengalami peningkatan signifikan dan menunjukkan minat masyarakat yang terus tumbuh terhadap wisata edukasi dan sejarah daerah.
Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Sang Nila Utama Riau, total pengunjung selama 2025 mencapai 15.331 orang. Angka ini melampaui capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran 13.748 pengunjung, sekaligus menegaskan peran museum sebagai ruang belajar dan rekreasi budaya yang relevan.
Kepala UPT Museum Sang Nila Utama Riau, Tengku Leni Rahayu, menyebutkan bahwa pengunjung datang dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, hingga wisatawan mancanegara.
“Sepanjang 2025, Museum Sang Nila Utama dikunjungi lebih dari 15 ribu orang. Komposisinya cukup beragam, namun pelajar masih menjadi kelompok terbesar,” ujar Tengku Leni di Pekanbaru, Rabu (4/2/2026) kepada Taktiknews.com.
Pada Januari 2025, museum mencatat 1.032 kunjungan, dengan dominasi pelajar sebanyak 777 orang. Kondisi ini menunjukkan bahwa museum masih menjadi pilihan utama sekolah sebagai sarana pembelajaran di luar kelas.
Lonjakan tajam terjadi pada Februari 2025. Jumlah pengunjung melonjak drastis menjadi 3.188 orang, menjadikannya salah satu bulan dengan kunjungan tertinggi sepanjang tahun.
“Sebagian besar peningkatan di Februari berasal dari kunjungan rombongan sekolah. Jumlah pelajar yang datang mencapai 2.804 orang,” jelasnya.
Memasuki Maret 2025, kunjungan turun signifikan hingga hanya 141 orang. Namun, tren tersebut mulai membaik pada April dengan 579 pengunjung, lalu meningkat tipis pada Mei menjadi 586 orang.
Pada periode ini, komposisi pengunjung mulai lebih berimbang. Tidak hanya pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum juga mulai berkontribusi terhadap angka kunjungan.
“April hingga Mei menunjukkan pola yang lebih merata, tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pelajar,” ungkap Tengku Leni.
Penurunan kembali terjadi pada Juni dengan 231 kunjungan, yang diperkirakan berkaitan dengan libur akademik dan minimnya agenda kunjungan sekolah. Juli mencatat 334 pengunjung, sebelum akhirnya kembali naik pada Agustus menjadi 667 orang.
Tren positif kembali menguat pada September 2025 dengan total 1.843 pengunjung, di mana 1.508 orang di antaranya merupakan pelajar. Kembalinya aktivitas belajar mengajar menjadi faktor utama peningkatan ini.
Kunjungan terus meningkat pada Oktober dengan 2.282 orang, disusul November yang mencatat rekor tertinggi tahunan sebanyak 2.342 pengunjung.
Meski sedikit menurun di Desember menjadi 2.106 orang, angka tersebut tetap tergolong tinggi. Menariknya, pada bulan ini kontribusi pengunjung umum dan wisatawan asing terlihat lebih dominan.
“Secara keseluruhan, 2025 menjadi tahun yang sangat positif. Jumlah kunjungan meningkat dibandingkan 2024, dan ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya museum sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya,” pungkasnya.***













