Banner Website
Nasional

Kondisi Korban Cagar Budaya Siak Membaik, Satu Orang Masih Dirawat

36
×

Kondisi Korban Cagar Budaya Siak Membaik, Satu Orang Masih Dirawat

Sebarkan artikel ini
Kondisi Korban Cagar Budaya Siak Membaik, Satu Orang Masih Dirawat
Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, memastikan kondisi anak-anak yang menjadi korban runtuhnya bangunan cagar budaya Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura terus menunjukkan perkembangan positif, Minggu (1/2/2026)Taktiknews/Muslim.

Taktiknews.com, Siak – Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, memastikan kondisi anak-anak yang menjadi korban runtuhnya bangunan cagar budaya Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura terus menunjukkan perkembangan positif. Hampir seluruh korban anak telah diperbolehkan pulang ke rumah, sementara satu anak masih menjalani perawatan lanjutan di Pekanbaru.

Bupati Afni menyampaikan, satu-satunya korban yang masih dirawat adalah Keisya Lutfi Latifatunnisa, yang dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk pemeriksaan lanjutan guna memastikan kondisinya benar-benar pulih.

“Alhamdulillah, mayoritas anak-anak sudah kembali ke rumah masing-masing. Tinggal Keisya yang masih dirawat intensif agar kesehatannya benar-benar aman sebelum kembali beraktivitas,” ujar Afni, Minggu (1/2/2026) kepada Taktiknews.com.

Selama masa perawatan korban di RSUD Tengku Rafian Siak, Afni mengaku terjun langsung mendampingi anak-anak dan keluarga korban. Bahkan di sela agenda kedinasannya ke Jakarta, ia tetap memantau perkembangan Keisya melalui panggilan video.

“Kami terus berdoa agar Keisya segera pulih dan bisa kembali bersekolah seperti biasa,” katanya.

Pada Sabtu malam sebelumnya, lima anak korban bersama seorang guru telah dipulangkan dari rumah sakit. Sementara satu anak lainnya diantar langsung menggunakan kendaraan dinas Bupati Siak hingga ke rumahnya.

“Tadinya anak tersebut ingin pulang naik sepeda motor bersama keluarganya karena merasa kurang nyaman di mobil. Setelah dibujuk dengan pelan, akhirnya bersedia diantar sampai ke rumah menggunakan kendaraan dinas,” jelas Afni.

Dalam pernyataannya, Bupati Siak juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga medis, pihak sekolah, sopir ambulans, serta seluruh pihak yang sigap membantu penanganan korban sejak kejadian berlangsung.

“Saya sudah meminta Dinas Kesehatan Siak untuk tetap melakukan pemantauan kesehatan anak-anak pascakejadian, agar tidak ada dampak lanjutan,” tegasnya.

Lebih jauh, Afni menyoroti isu keselamatan dan pengelolaan cagar budaya pascainsiden tersebut. Pemerintah Kabupaten Siak, kata dia, telah mengajukan permohonan dukungan ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait, khususnya menyangkut Museum Nasional Istana Siak dan Balai Kerapatan.

“Cagar budaya bukan hanya tanggung jawab daerah. Ini adalah aset bangsa yang harus dijaga bersama. Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi kita semua,” ujarnya.

Afni juga mengapresiasi respons cepat anggota DPR RI dari daerah pemilihan Riau, Karmila Sari dan Hendry Munief, yang langsung meneruskan laporan kejadian ke Menteri Kebudayaan dan Menteri Pariwisata RI.

“Kami berharap ada langkah konkret dalam waktu dekat, agar museum dan situs bersejarah di Siak tetap aman dan terjaga demi martabat Indonesia,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, bangunan cagar budaya Tangsi Belanda ambruk pada Sabtu pagi (31/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan 16 orang menjadi korban, mayoritas merupakan anak-anak.

Para korban adalah rombongan siswa SD IT Baitul Ridho Lubuk Dalam yang tengah mengikuti kegiatan studi wisata sejarah. Saat berada di lantai dua bangunan, struktur lantai tiba-tiba runtuh, menyebabkan para siswa terjatuh dan tertimpa material bangunan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *