Banner Website
Daerah

Kasus Malaria di Riau Tembus 238, Rohil Masih Berstatus KLB

36
×

Kasus Malaria di Riau Tembus 238, Rohil Masih Berstatus KLB

Sebarkan artikel ini
Kasus Malaria di Riau Tembus 238, Rohil Masih Berstatus KLB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, Kamis (12/2/2026). TN/Md

TaktikNews.com, Pekanbaru – Memasuki peralihan musim menuju kemarau, ancaman penyakit menular kembali meningkat di Provinsi Riau. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah malaria, dengan jumlah kasus yang telah mencapai 238 orang hingga Februari 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus hampir seluruhnya terkonsentrasi di Kabupaten Rokan Hilir.

“Dari total 238 kasus malaria di Riau, sebanyak 232 di antaranya terjadi di Rokan Hilir. Sementara Kota Pekanbaru tercatat 4 kasus, dan Kabupaten Kepulauan Meranti serta Indragiri Hilir masing-masing 1 kasus,” ujar Zulkifli kepada TakktikNews.com, Kamis (12/2/2026).

Zulkifli menjelaskan, tingginya angka kasus membuat Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir masih menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria. Penetapan tersebut mengacu pada keputusan Bupati Rokan Hilir Nomor 714/BPBD/2025, yang saat ini telah memasuki perpanjangan status tanggap darurat ke-9.

“Perpanjangan KLB dilakukan karena penanganan malaria di Rohil masih membutuhkan respons cepat, terpadu, dan berkelanjutan agar tidak meluas ke wilayah lain,” jelasnya.

Selain malaria, Dinas Kesehatan Riau juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit lain yang kerap muncul saat perubahan musim, seperti demam berdarah dengue (DBD). Kondisi cuaca yang tidak menentu dinilai dapat mempercepat perkembangan nyamuk sebagai vektor penyakit.

Untuk menekan penyebaran penyakit, Dinkes Riau mengimbau masyarakat agar konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama melalui langkah 3M.

“Menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk harus terus dilakukan,” tegas Zulkifli.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, rutin mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, serta menghindari kebiasaan merokok.

“Upaya pencegahan ini harus dilakukan di rumah, sekolah, maupun fasilitas umum. Pencegahan tetap menjadi kunci utama agar kasus malaria dan penyakit menular lainnya tidak terus meningkat,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *