Banner Website
Daerah

Karhutla Pematang Pudu Masih Berasap, Manggala Agni Berjuang di Tengah Krisis Sumber Air

27
×

Karhutla Pematang Pudu Masih Berasap, Manggala Agni Berjuang di Tengah Krisis Sumber Air

Sebarkan artikel ini
Karhutla Pematang Pudu Masih Berasap
Karhutla Pematang Pudu Masih Berasap, Manggala Agni Berjuang di Tengah Krisis Sumber Air. TN/Rls

Taktiknews.com, Bengkalis – Karhutla Pematang Pudu di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, belum sepenuhnya tuntas. Meski api aktif berhasil dipadamkan, personel Manggala Agni masih berjibaku melakukan pendinginan karena bara api di bawah permukaan gambut masih memunculkan asap.

Tantangan di lapangan semakin berat lantaran sumber air untuk pemadaman mulai berkurang. Berdasarkan pantauan Taktiknews.com, Senin (20/7/2026), petugas mengandalkan kanal-kanal kecil atau kanal cacing yang debit airnya terus menurun seiring musim kemarau.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan upaya lebih besar.

“Di beberapa titik di Pematang Pudu, sumber air yang tersedia hanya berasal dari kanal-kanal cacing yang debitnya mulai surut. Sebelum digunakan, anggota harus membersihkan lumpur terlebih dahulu agar air bisa dipompa untuk mendukung operasi pemadaman. Ini menjadi salah satu tantangan yang kami hadapi di lapangan,” ujar Ferdian kepada Taktiknews.com, Senin (20/7/2026).

Menurut Ferdian, pekerjaan personel belum berakhir meski kobaran api sudah berhasil dikendalikan. Asap tipis yang masih muncul menandakan bara api masih tersimpan di bawah lapisan gambut sehingga proses pendinginan harus terus dilakukan.

“Pagi ini asap tipis masih terlihat di lokasi sehingga upaya pemadaman tetap dilanjutkan. Prinsip kami, penanganan tidak berhenti sampai benar-benar tuntas. Api aktif memang sudah padam, tetapi selama masih ada asap berarti masih ada potensi bara di bawah permukaan gambut yang harus dipadamkan,” kata Ferdian kepada Taktiknews.com.

Hasil pemantauan menggunakan drone pada Minggu (19/7/2026) menunjukkan luas lahan yang terbakar di Pematang Pudu diperkirakan mencapai sekitar 81 hektare. Dari udara, kepulan asap masih terlihat di beberapa titik sehingga operasi pemadaman memasuki hari keenam kembali difokuskan pada proses pendinginan.

Sebanyak empat regu Manggala Agni diterjunkan sejak pagi untuk menyisir lokasi yang masih mengeluarkan asap. Tim memprioritaskan penyiraman hingga lapisan gambut benar-benar basah agar bara api tidak kembali memicu kebakaran.

Ferdian menjelaskan karakteristik lahan gambut menjadi kendala utama dalam penanganan karhutla. Bara api dapat bertahan selama beberapa hari di bawah permukaan tanah sehingga membutuhkan penyiraman secara menyeluruh.

“Kami akan terus bertahan di lokasi sampai dipastikan tidak ada lagi asap maupun bara yang tersisa. Keselamatan kawasan dan mencegah kebakaran kembali menyala menjadi prioritas utama kami,” tegas Ferdian kepada Taktiknews.com.

Hingga kini, operasi pemadaman di Pematang Pudu masih berlangsung dengan dukungan berbagai pihak. Lokasi tersebut menjadi salah satu titik kebakaran hutan dan lahan terbesar yang ditangani di Provinsi Riau sepanjang Juli 2026.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *