Banner Website
Daerah

Karhutla Awal Tahun Meluas, 10 Daerah di Riau Terdampak 59 Hektare

51
×

Karhutla Awal Tahun Meluas, 10 Daerah di Riau Terdampak 59 Hektare

Sebarkan artikel ini
46 Hotspot Terdeteksi di Riau, Ancaman Karhutla Kembali Mengintai
46 Hotspot Terdeteksi di Riau, Ancaman Karhutla Kembali Mengintai. /Taktiknews/Yw

Taktiknews.com, Pekanbaru – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali membayangi Provinsi Riau sejak awal tahun. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat, hingga kini sebanyak 10 kabupaten/kota telah terdampak Karhutla dengan total luasan mencapai 59,38 hektare.

Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, menyebutkan wilayah yang terpantau mengalami Karhutla meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, serta Kota Dumai dan Pekanbaru.

“Berdasarkan laporan terkini, Karhutla sudah terjadi di 10 daerah. Akumulasi luasan lahan yang terbakar mencapai 59,38 hektare,” ujar Edy Afrizal, Kamis (29/1/2026).

Ia merinci, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah terluas terdampak dengan kebakaran mencapai 15,01 hektare, disusul Pekanbaru 8,43 hektare, Kampar 7,25 hektare, dan Dumai 7 hektare.

Sementara daerah lain seperti Pelalawan tercatat 6 hektare, Siak 5,30 hektare, Indragiri Hilir 5 hektare, Kepulauan Meranti 2,70 hektare, Kuantan Singingi 1,50 hektare, serta Indragiri Hulu 1,30 hektare.

Tak hanya luasan lahan terbakar, BPBD Damkar Riau juga menemukan sekitar 200 hotspot dengan 40 titik api aktif yang tersebar di sejumlah wilayah rawan.

Meski demikian, Edy memastikan sebagian besar Karhutla telah berhasil dikendalikan berkat kerja cepat tim gabungan di lapangan.

“Beberapa lokasi sudah padam total, sementara sisanya masih dalam tahap pendinginan untuk mencegah api kembali muncul,” jelasnya.

Dalam proses penanggulangan, berbagai unsur dikerahkan mulai dari BPBD kabupaten/kota, TNI-Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api, hingga pihak perusahaan yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Edy menambahkan, hingga saat ini Provinsi Riau belum menetapkan status siaga darurat Karhutla, sehingga penanganan masih dilakukan oleh masing-masing daerah. Meski begitu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar upaya pemadaman berjalan maksimal.

“Walaupun belum siaga darurat, koordinasi tetap kami lakukan secara intensif agar pengendalian Karhutla bisa lebih efektif dan tidak meluas,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *