TaktikNews.com, Pekanbaru – Menghadapi meningkatnya konsumsi pangan selama bulan suci Ramadan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru mengambil langkah antisipatif dengan memperketat pengawasan pangan di berbagai jalur distribusi dan lokasi penjualan.
Kepala BBPOM Pekanbaru, Alex Sander, menyampaikan bahwa pengawasan akan difokuskan pada seluruh rantai peredaran pangan, mulai dari importir, distributor, hingga ritel modern dan tradisional.
“Kami akan mengintensifkan pengawasan di seluruh sarana distribusi pangan, termasuk swalayan, minimarket, dan toko-toko. Tujuannya memastikan pangan yang beredar aman, bermutu, dan layak dikonsumsi masyarakat selama Ramadan,” ujarnya kepada TaktikNews.com, Kamis (12/2/2026).
Selain pengawasan distribusi, BBPOM Pekanbaru juga memberikan perhatian khusus terhadap pangan takjil yang marak dijual menjelang waktu berbuka puasa. Pengawasan akan dilakukan langsung di lokasi penjualan menggunakan mobil Laboratorium Keliling.
“Pengujian takjil akan kami lakukan di lapangan agar hasilnya bisa diketahui dengan cepat. Ini penting untuk mencegah peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya,” jelas Alex.
Melalui pemeriksaan tersebut, petugas akan mendeteksi kemungkinan penggunaan zat berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna sintetis yang dilarang dalam pangan.
BBPOM juga mengingatkan para pelaku usaha pangan agar lebih bertanggung jawab dengan memastikan produk yang dijual memenuhi standar keamanan dan ketentuan perundang-undangan.
“Kami berharap para pelaku usaha turut berperan aktif menjaga keamanan pangan. Ini demi kesehatan konsumen dan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Melalui langkah intensifikasi pengawasan ini, BBPOM Pekanbaru berharap masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan rasa aman dan nyaman tanpa kekhawatiran terhadap pangan yang dikonsumsi.
BBPOM juga mengimbau masyarakat untuk lebih cermat memilih makanan, terutama takjil, dengan memperhatikan kebersihan, warna, aroma, serta kemasan produk.***













