Banner Website
Peristiwa

Jelang Imlek 2026, Pedagang Bunga Pekanbaru Panen Rezeki di Jalan Juanda

53
×

Jelang Imlek 2026, Pedagang Bunga Pekanbaru Panen Rezeki di Jalan Juanda

Sebarkan artikel ini
Jelang Imlek 2026, Pedagang Bunga Pekanbaru Panen Rezeki di Jalan Juanda
Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 membawa berkah tersendiri bagi pedagang bunga di Pekanbaru, Senin (16/2/2026). Taktiknews/Md

Taktiknews.com, Pekanbaru – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 membawa berkah tersendiri bagi pedagang bunga di Pekanbaru. Menjelang hari besar tersebut, kawasan Jalan Juanda berubah menjadi sentra perburuan bunga segar, dengan aktivitas jual beli yang meningkat tajam dibanding hari biasa.

Isu utama yang mencuat adalah meningkatnya permintaan bunga sebagai simbol harapan dan kemakmuran, sekaligus mendorong perputaran ekonomi pelaku usaha kecil. Aroma bunga segar tercium kuat di sepanjang jalan, sementara aneka warna krisan, mawar, hingga sedap malam tersusun rapi di lapak-lapak pedagang.

Sejumlah penjual mengakui bahwa momen Imlek selalu menjadi periode tersibuk dalam setahun. Sejak pagi hingga malam hari, pembeli silih berganti datang untuk memilih bunga terbaik yang akan digunakan sebagai hiasan rumah maupun persembahan doa menyambut tahun baru.

Riana, pedagang bunga di Jalan Juanda, mengatakan lonjakan pembeli sudah dirasakan sejak beberapa hari terakhir. Menurutnya, bunga krisan masih menjadi primadona jelang Imlek.

โ€œKalau mendekati Imlek, penjualan naik drastis. Krisan paling banyak dicari karena maknanya bagus,โ€ ujarnya, Senin (16/2/2026).

Tingginya minat pasar membuat pedagang memperpanjang jam buka. Riana mengaku harus melayani pembeli dari pagi hingga malam agar permintaan dapat terpenuhi.

โ€œSekarang buka dari pagi, tutupnya bisa sampai jam delapan malam. Beberapa hari ini pembeli ramai, terutama warga Tionghoa,โ€ katanya.

Dari sisi harga, bunga masih terbilang ramah di kantong. Untuk jenis krisan dan sedap malam, harga dibanderol mulai Rp15 ribu per tangkai, sementara mawar dijual dengan kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per tangkai, tergantung kualitas.

Kualitas bunga menjadi faktor utama yang dijaga pedagang. Riana memastikan seluruh bunga yang dijual merupakan bunga segar yang dipasok langsung dari Berastagi, Sumatra Utara, daerah yang dikenal sebagai sentra produksi bunga.

โ€œBunganya segar dan wangi karena langsung dari Berastagi. Kalau mau dirangkai jadi buket atau hiasan, kami juga bisa,โ€ jelasnya.

Bagi masyarakat Tionghoa, bunga bukan sekadar dekorasi. Apin, salah seorang warga Pekanbaru, menuturkan bahwa bunga memiliki makna filosofis sebagai lambang keberuntungan dan doa akan kehidupan yang lebih baik.

โ€œAda ungkapan hua kai fu gui, artinya hidup mekar seperti bunga dan membawa kemakmuran. Itu sebabnya bunga selalu ada saat Imlek,โ€ ungkapnya.

Ia menambahkan, keluarganya rutin menghias rumah dengan rangkaian bunga setiap Imlek. Selain mempercantik rumah, bunga juga sering dijadikan hadiah bagi kerabat dan keluarga.

โ€œAdanya pedagang bunga segar di Pekanbaru sangat membantu kami. Tidak perlu jauh-jauh mencari, semua sudah tersedia,โ€ pungkas Apin.

Perayaan Imlek 2026 pun kembali menjadi bukti bahwa tradisi budaya mampu menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus menjaga nilai-nilai simbolis yang diwariskan turun-temurun.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *