Taktiknews.com, Bengkalis – Upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar kembali terungkap di wilayah Kabupaten Bengkalis. Kepolisian Resor Bengkalis berhasil menggagalkan peredaran 13 kilogram sabu yang diduga akan diedarkan ke luar daerah. Kasus ini sekaligus menegaskan Bengkalis masih menjadi titik rawan jalur distribusi narkoba lintas wilayah.
Pengungkapan tersebut terjadi pada Sabtu pagi (21/3/2026) di area Pelabuhan Roro Air Putih, Desa Air Putih. Situasi yang semula normal mendadak berubah tegang saat petugas melakukan penyergapan terhadap kendaraan yang telah lama menjadi target pemantauan.
Operasi yang berlangsung tertutup itu dipimpin langsung oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis. Dalam aksi tersebut, dua pria berinisial HS (32) dan DS (44) diamankan saat berada di dalam mobil Daihatsu Ayla berwarna putih.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan setelah petugas mencurigai pergerakan kendaraan yang masuk dalam antrean pelabuhan.
โSaat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti dalam jumlah besar yang disembunyikan di dalam kendaraan,โ ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan 13 bungkus besar sabu dengan total berat sekitar 13 kilogram. Selain itu, turut diamankan ratusan cartridge yang diduga mengandung zat etomidate, terdiri dari dua varian berbeda.
Berdasarkan keterangan awal, kedua pelaku mengaku hanya bertindak sebagai kurir. Mereka diperintahkan oleh seorang berinisial J yang saat ini masih dalam pengejaran aparat.
Para tersangka dijanjikan bayaran sebesar Rp50 juta untuk mengantarkan narkotika tersebut ke Kota Palembang. Fakta ini semakin memperjelas adanya jaringan terorganisir yang memanfaatkan Bengkalis sebagai jalur distribusi.
Ironisnya, hasil pemeriksaan juga menunjukkan keduanya merupakan pengguna narkoba. Tes urine membuktikan adanya kandungan methamphetamine dalam tubuh mereka.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen dalam memberantas peredaran gelap narkotika, sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan pelaku.
Kasus ini kini masih terus dikembangkan untuk memburu dalang utama yang diduga mengendalikan peredaran dari balik layar. Seluruh barang bukti dan tersangka telah diamankan guna proses hukum lebih lanjut.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan berperan aktif dalam memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar, demi mencegah semakin meluasnya peredaran narkoba di wilayah Bengkalis.***















