Banner Website
Nasional

IHSG Sempat Trading Halt, DPR Apresiasi Mundurnya Dirut BEI

42
×

IHSG Sempat Trading Halt, DPR Apresiasi Mundurnya Dirut BEI

Sebarkan artikel ini
IHSG Sempat Trading Halt, DPR Apresiasi Mundurnya Dirut BEI
Anggota Komisi XI DPR RI, M. Hasanuddin Wahid. /Taktiknews/Ho-PKB

Taktiknews.com, Jakarta – Keputusan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rahman, untuk mengundurkan diri pasca gejolak pasar yang memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) IHSG selama dua hari berturut-turut, mendapat apresiasi dari DPR RI.

Anggota Komisi XI DPR RI, M. Hasanuddin Wahid, menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sikap kenegarawanan dalam menghadapi tekanan besar di pasar modal nasional.

“Ini adalah contoh sikap bertanggung jawab. Saya sangat menghormati keputusan Pak Iman yang memilih mundur secara elegan di tengah situasi pasar yang tidak mudah,” ujar Hasanuddin Wahid dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Politisi yang akrab disapa Cak Udin ini menegaskan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator kepercayaan terhadap kondisi ekonomi nasional, baik di mata investor domestik maupun internasional.

Menurutnya, setiap gejolak yang terjadi di BEI memiliki dampak luas terhadap persepsi global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

“Bursa efek adalah wajah perekonomian kita. Ketika terjadi gangguan serius seperti trading halt berulang, maka yang dipertaruhkan bukan hanya pasar, tetapi juga reputasi ekonomi bangsa,” tegas politisi Fraksi PKB tersebut.

Cak Udin juga menyampaikan harapan agar pengganti Iman Rahman nantinya merupakan figur yang memiliki kapasitas profesional, integritas tinggi, serta kemampuan membaca dinamika pasar global.

“Kita butuh pimpinan BEI yang kuat, komunikatif, dan mampu menjaga stabilitas pasar. Jangan sampai kejadian serupa terulang dan justru menggerus kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan diperlukan kepemimpinan yang responsif dan strategis, agar BEI mampu menghadapi tekanan eksternal maupun internal, sekaligus menjaga iklim investasi tetap kondusif.

“Kepercayaan investor adalah aset utama. Sekali goyah, dampaknya bisa panjang. Karena itu, tata kelola dan kepemimpinan BEI harus benar-benar solid,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *