Banner Website
Ekonomi & Bisnis

Geliat Kopi Berjalan Tumbuh Pesat di Pekanbaru, Jadi Peluang Baru UMKM

55
×

Geliat Kopi Berjalan Tumbuh Pesat di Pekanbaru, Jadi Peluang Baru UMKM

Sebarkan artikel ini
Geliat Kopi Berjalan Tumbuh Pesat di Pekanbaru, Jadi Peluang Baru UMKM
Geliat Kopi Berjalan Tumbuh Pesat di Pekanbaru, peluang usaha baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). TN/Md

Taktiknews.com, Pekanbaru – Fenomena kopi berjalan atau kopi keliling kian menjamur di berbagai sudut Kota Pekanbaru. Kehadiran gerobak kopi dengan konsep mobile ini tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat akan minuman kopi praktis dan terjangkau, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pantauan di lapangan menunjukkan, gerobak kopi berjalan banyak ditemui di ruas jalan strategis seperti kawasan perkantoran, kampus, hingga area pemukiman. Dengan menggunakan gerobak dorong, sepeda motor modifikasi, atau e-cart, para pelaku usaha menjajakan berbagai varian minuman kopi kekinian.

Harga yang ditawarkan pun relatif ramah di kantong, berkisar antara Rp8.000 hingga Rp15.000 per gelas, sehingga mudah diterima oleh berbagai kalangan, terutama pelajar, mahasiswa, dan pekerja.

“Konsep kopi berjalan ini sangat membantu kami yang ingin memulai usaha dengan modal terbatas. Selain fleksibel berpindah tempat, peminatnya juga cukup tinggi,” ujar Riki pelaku usaha kopi keliling di Pekanbaru kepada Taktiknews.com, Kamis (19/2/2026).

Varian kopi susu gula aren menjadi menu paling diminati konsumen. Selain itu, menu lain seperti americano, latte, hingga minuman non-kopi seperti matcha dan cokelat juga turut melengkapi pilihan pelanggan.

Dari sisi ekonomi, tren kopi berjalan dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi lokal. Usaha ini tidak hanya menyerap tenaga kerja sebagai barista dan penjaga gerobak, tetapi juga mendukung rantai pasok lain seperti penyedia biji kopi, susu, gula aren, hingga produsen gelas kemasan.

Kemudahan transaksi digital turut menjadi faktor pendukung berkembangnya usaha ini. Sebagian besar pelaku kopi berjalan telah memanfaatkan pembayaran nontunai seperti QRIS, yang memudahkan konsumen sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi.

Tren kopi berjalan merupakan contoh adaptasi UMKM terhadap gaya hidup masyarakat urban yang serba cepat. Jika dikelola secara konsisten dan kreatif, usaha kopi berjalan berpotensi berkembang menjadi bisnis berkelanjutan dan naik kelas.

Dengan terus meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya ngopi, kopi berjalan diprediksi masih akan menjadi salah satu sektor UMKM yang menjanjikan di Pekanbaru dalam beberapa tahun ke depan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *