Banner Website
Daerah

Desain Flyover Garuda Sakti Panam Dipaparkan, Konstruksi Ditargetkan Dimulai 2027

11
×

Desain Flyover Garuda Sakti Panam Dipaparkan, Konstruksi Ditargetkan Dimulai 2027

Sebarkan artikel ini
Desain Flyover Garuda Sakti Panam Dipaparkan, Konstruksi Ditargetkan Dimulai 2027
Desain Rencana pembangunan Flyover Garuda Sakti Panam di Kota Pekanbaru memasuki tahapan penting setelah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau memaparkan desain arsitektur proyek. (R45/MCR)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Rencana pembangunan Flyover Garuda Sakti Panam di Kota Pekanbaru memasuki tahapan penting setelah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau memaparkan desain arsitektur proyek tersebut. Infrastruktur yang dibiayai melalui APBN itu ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi fisik pada 2027 untuk mengatasi kemacetan di salah satu simpang tersibuk di ibu kota Provinsi Riau.

Visualisasi desain dipresentasikan langsung Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak Todingrara, di hadapan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto bersama jajaran Pemerintah Provinsi Riau dan instansi terkait.

Dari pantauan Taktiknews.com, Rabu (22/7/2026), flyover tersebut akan dibangun membentang di Simpang Jalan HR Soebrantas–Jalan Garuda Sakti, kawasan yang selama ini menjadi titik kepadatan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.

“Flyover ini difungsikan agar arus lalu lintas lebih lancar sekaligus mengurai titik kemacetan kendaraan,” ujar Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak Todingrara.

Flyover ini nantinya menjadi jembatan layang kelima di Kota Pekanbaru setelah sebelumnya telah dibangun flyover Jalan Sudirman–Tuanku Tambusai, Jalan Sudirman–Imam Munandar, Jalan Soekarno Hatta–Tuanku Tambusai, serta Jalan Soekarno Hatta–HR Soebrantas.

BPJN Riau menjelaskan, proyek tersebut sepenuhnya menggunakan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Berdasarkan desain yang dipaparkan, konstruksi flyover akan membentang lurus di atas Jalan HR Soebrantas menuju arah perbatasan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar yang merupakan jalur utama dengan volume kendaraan tinggi.

Secara teknis, proyek memiliki panjang penanganan sekitar 644 meter dengan lebar kawasan mencapai 40 meter sesuai Surat Penetapan Lokasi (Penlok) Pemerintah Provinsi Riau. Dimensi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan lalu lintas saat ini sekaligus mendukung pengembangan kawasan di masa mendatang.

Selain mengedepankan fungsi transportasi, BPJN Riau juga memasukkan unsur budaya Melayu ke dalam desain arsitektur flyover. Ornamen khas Melayu direncanakan menghiasi struktur jembatan layang sebagai identitas daerah.

“Flyover ini nantinya bisa menjadi ikon strategis di Riau. Kami berharap pihak kebudayaan dapat memberikan masukan terkait ornamen Melayu yang akan dibuat di flyover ini,” ungkap Yohanis.

Menurut BPJN Riau, keterlibatan unsur kebudayaan diharapkan mampu memperkuat karakter lokal sehingga flyover tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi ikon baru yang merepresentasikan budaya Melayu di Provinsi Riau.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *