Taktiknews.com, Jakarta – Penguatan transportasi berbasis rel di Jawa Timur terus digenjot sebagai bagian dari upaya pemerintah membangun sistem mobilitas massal yang efisien dan terjangkau. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah rencana perpanjangan layanan Commuter Line Supas hingga Kota Probolinggo.
Selama beberapa tahun terakhir, kereta api semakin diposisikan sebagai tulang punggung transportasi publik, khususnya di kawasan aglomerasi Surabaya dan sekitarnya. Pemerintah bersama KAI Grup mendorong pengembangan layanan yang berkelanjutan guna menunjang pergerakan masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah.
KAI Commuter menjadi salah satu motor utama dalam pengembangan tersebut. Sejak mulai mengoperasikan Commuter Line di Jawa Timur pada 2022, operator ini terus melakukan evaluasi dan ekspansi layanan.
Dikutip dari info publik, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyebut perluasan lintas layanan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat konektivitas wilayah.
“Pengembangan layanan Commuter Line di Jawa Timur diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah,” ujar Karina dalam keterangan resminya, Sabtu (17/1/2026).
Saat ini, Commuter Line Supas melayani rute Surabaya–Pasuruan dengan rata-rata jumlah penumpang harian mencapai 4.417 orang. Dalam sebulan, volume pengguna tercatat di kisaran 130 ribu hingga 140 ribu orang.
Tingginya animo tersebut menjadi indikator kuat bahwa layanan ini telah menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas harian.
Melihat tren positif tersebut, KAI Commuter mulai membahas rencana pemanjangan rute dari Pasuruan menuju Probolinggo. Jika terealisasi, lintas pelayanan akan berubah menjadi Surabaya–Pasuruan–Probolinggo.
Karina menjelaskan, penambahan lintas ini akan memperpanjang jarak tempuh layanan dari sekitar 63 kilometer menjadi kurang lebih 101 kilometer.
Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas jangkauan transportasi publik, memperkuat konektivitas antardaerah, serta membuka akses yang lebih luas ke pusat industri, pendidikan, dan pariwisata di Jawa Timur.
Rencana perpanjangan layanan ini juga masuk dalam optimalisasi kereta api lokal bersubsidi Public Service Obligation (PSO). Berdasarkan survei internal KAI Commuter, minat masyarakat Probolinggo terhadap layanan Commuter Line tercatat sangat tinggi, bahkan mencapai 100 persen respon positif.
Stasiun Probolinggo dinilai memiliki posisi strategis karena berada di pusat kota serta berdekatan dengan kawasan industri, perkantoran, sekolah, dan destinasi wisata. Dari sisi infrastruktur, stasiun ini telah memiliki empat jalur aktif dan dua jalur stabling.
Untuk mendukung operasional, sejumlah peningkatan fasilitas juga disiapkan, mulai dari penambahan kanopi peron, perluasan ruang tunggu, hingga penguatan sumber daya manusia di bidang pelayanan, keamanan, dan kebersihan.
“Kami berharap rencana ini dapat segera terealisasi sebagai solusi transportasi publik yang efisien dan terintegrasi,” kata Karina.
Dukungan terhadap rencana ini juga datang dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA, Arif Anwar, menegaskan pihaknya aktif mengawal persiapan operasional layanan tersebut.
DJKA terus berkoordinasi dengan KAI Commuter untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, pelayanan penumpang, dan regulasi terpenuhi sebelum izin operasi diterbitkan. Pemantauan langsung ke stasiun-stasiun yang akan dilalui juga akan dilakukan.
Untuk menjaga tarif tetap terjangkau bagi masyarakat, pemerintah memastikan subsidi PSO tetap diberikan. Selain itu, koordinasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo turut dilakukan guna mendukung integrasi transportasi lanjutan menuju pusat kota dan kawasan wisata.
Dengan dukungan lintas sektor, perpanjangan Commuter Line Supas hingga Probolinggo dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi massal yang inklusif, kompetitif, dan merata di Jawa Timur.***













