Banner Website
Peristiwa

Bupati Siak Tutup Sementara Cagar Budaya Bertingkat Usai Insiden Tangsi Belanda

39
×

Bupati Siak Tutup Sementara Cagar Budaya Bertingkat Usai Insiden Tangsi Belanda

Sebarkan artikel ini
Bupati Siak Tutup Sementara Cagar Budaya Bertingkat Usai Insiden Tangsi Belanda
Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, aat meninjau korban di RSUD Tengku Rafian Siak, Sabtu (31/1/2026). /Taktiknews/Muslim

Taktiknews.com, Siak – Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli menyampaikan keprihatinan mendalam atas ambruknya bangunan cagar budaya Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura yang mengakibatkan sejumlah anak sekolah menjadi korban.

Insiden tersebut dinilai sebagai peringatan serius terkait keamanan objek wisata sejarah, khususnya yang masih aktif dikunjungi pelajar.

“Peristiwa ini sangat memprihatinkan, apalagi yang menjadi korban adalah anak-anak yang sedang melakukan kunjungan belajar. Ke depan, ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar minat generasi muda mengenal sejarah tidak justru terganggu oleh persoalan keselamatan,” ujar Afni, Sabtu (31/1/2026) kepada Taktiknews.com.

Begitu menerima laporan kejadian, Afni langsung bergerak ke RSUD Tengku Rafian Siak untuk memastikan kondisi para korban sekaligus meninjau lokasi ambruknya bangunan bersejarah tersebut.

“Dari hasil pemantauan di rumah sakit, terdapat 10 siswa yang masih menjalani perawatan, 6 siswa sudah dipulangkan, dan 1 siswa harus dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru untuk penanganan lanjutan,” jelasnya.

Sebagai langkah cepat mencegah kejadian serupa, Pemerintah Kabupaten Siak memutuskan menutup sementara seluruh objek wisata cagar budaya dan museum yang memiliki bangunan dua lantai.

“Penutupan ini bersifat sementara. Mengingat usia bangunan-bangunan tersebut rata-rata sudah mencapai 1 hingga 2 abad, aspek keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama,” tegas Afni.

Untuk penanganan jangka panjang, Afni juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Anggota DPR RI Karmila Sari agar persoalan ini mendapat perhatian serius dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

“Kami telah meminta agar Menteri Kebudayaan, Bapak Fadli Zon, dapat memberikan atensi khusus dan melihat langsung kondisi cagar budaya di Siak, termasuk Museum Nasional Asserayah El Hasyimiah dan Balai Kerapatan yang membutuhkan penanganan serius,” katanya.

Afni menekankan bahwa bangunan bersejarah di Kabupaten Siak merupakan aset nasional, sehingga tanggung jawab pelestarian dan keamanannya tidak hanya berada di pundak pemerintah daerah.

“Ini adalah warisan sejarah dan kebudayaan bangsa. Kami sangat berharap perhatian Pemerintah Pusat agar upaya pelestarian dan pengamanan cagar budaya dapat dilakukan secara menyeluruh,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *