Taktiknews.com, Bengkalis – Isu pelestarian budaya daerah kini tidak lagi sekadar seremoni tahunan, tetapi telah masuk dalam perhatian politik daerah. Hal ini terlihat dalam gelaran Festival Layang Wau Bengkalis Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Pasir Andam Dewi, Kecamatan Bengkalis, Sabtu (31/01/2026).
Kehadiran Wakil Ketua II DPRD Bengkalis, Hendrik Firnanda Pangaribuan, menjadi sorotan dalam agenda budaya tersebut. Ia menegaskan bahwa pelestarian layang wau harus menjadi bagian dari kebijakan strategis pemerintah daerah, bukan sekadar agenda hiburan.
Festival yang diinisiasi oleh Pengurus Layang Wau Bengkalis ini diikuti 200 peserta, terdiri dari 100 pelajar dan 100 peserta umum. Mengusung tema โMelestarikan Tradisi, Mengangkat Marwahโ, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk unsur legislatif.
Dalam pernyataannya, Hendrik menilai bahwa pelestarian budaya harus diperkuat melalui regulasi dan dukungan anggaran yang berkelanjutan.
โBudaya adalah identitas daerah. DPRD tentu mendorong agar kegiatan seperti ini tidak berhenti di satu momentum saja, tetapi masuk dalam perencanaan pembangunan daerah,โ tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menandakan bahwa isu budaya kini telah menjadi bagian dari arah kebijakan politik di Kabupaten Bengkalis.
Festival secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bengkalis, Johansyah Syafri, yang mewakili kepala daerah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan komitmen pemerintah untuk menjaga eksistensi layang wau sebagai warisan budaya Melayu Bengkalis.
Namun demikian, DPRD mengingatkan agar komitmen tersebut diwujudkan dalam program nyata dan berkelanjutan, termasuk promosi budaya ke tingkat nasional maupun internasional.
Selain sebagai simbol identitas, Festival Layang Wau juga dinilai memiliki nilai strategis dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dan kunjungan publik, perputaran ekonomi lokal dinilai ikut terdongkrak.
Isu inilah yang kini menjadi perhatian legislatif: bagaimana kegiatan budaya dapat terintegrasi dalam kebijakan pembangunan ekonomi daerah.
Festival Layang Wau Bengkalis 2026 pun tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi momentum politik untuk mempertegas komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif dalam menjaga marwah budaya sekaligus memperkuat arah pembangunan daerah berbasis kearifan lokal.***














