Taktiknews.com, Pekanbaru โ Upaya pencegahan karhutla Riau 2026 menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Siak menyusul ancaman cuaca ekstrem Super El Nino yang diprediksi terjadi tahun ini. Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor agar kebakaran hutan dan lahan tidak kembali memicu kabut asap di Riau.
Komitmen itu disampaikan Afni saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Mapolda Riau, Senin (27/4/2026). Forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah, TNI-Polri, pelaku usaha, hingga elemen masyarakat dalam langkah terpadu menghadapi potensi karhutla.
Dalam agenda bertajuk Kolaborasi Strategis Pemda, TNI-POLRI, Pelaku Usaha, dan Seluruh Elemen Masyarakat, Afni meminta seluruh pihak bergerak bersama hingga tingkat kampung dan desa.
“Komitmen dan sinergi lintas sektoral cegah karhutla sangat dibutuhkan, ini merupakan bentuk pengabdian untuk menjaga kualitas udara Riau tetap bersih. Upaya ini diperkuat dengan beberapa poin strategis,” ujarnya.
Dalam rakor tersebut, sebanyak 40 general manager perusahaan besar di wilayah konsesi juga menandatangani fakta integritas serta komitmen nyata pencegahan karhutla.
Afni menjelaskan, langkah strategis yang disiapkan meliputi dukungan data cuaca secara real-time dari BMKG, kesiapan logistik dan embung oleh BPBD, hingga dukungan operasi udara seperti water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Lanud Roesmin Nurjadin.
Selain itu, Pemkab Siak mendukung langkah tegas aparat penegak hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, baik individu maupun korporasi. Menurut Afni, penindakan harus berjalan seiring dengan upaya pencegahan.
Ia menegaskan, perlindungan ekosistem gambut menjadi kunci utama menekan risiko kebakaran di wilayah Siak.
“Restorasi gambut dengan pemetaan dan pengawasan ketat kawasan rawan guna memastikan gambut tetap basah. Devisa Karbon: Menjaga gambut adalah modal masa depan sebagai penyumbang devisa karbon dunia,” kata dia.
Pemkab Siak juga memperkuat kerja sama dengan perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), akademisi, hingga organisasi lingkungan untuk mempercepat deteksi dini dan edukasi di tingkat desa.
“Kita harus memastikan udara Riau bebas asap. Apabila gambut terbakar, pemadaman di permukaan saja tidak cukup karena bara di kedalaman tetap menyala jika kondisi lahan kering dan minim air. Kolaborasi intensif adalah kunci,” jelas Afni kepada Taktiknews, Selasa (28/4/2026)***













