Taktiknews.com, Pekanbaru – Kekhawatiran warga terkait terbukanya drainase di jalur pedestrian depan Gedung Riau Creative Hub (RCH), Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru, akhirnya mendapat penjelasan resmi. Sejumlah penutup drainase berbahan besi yang sebelumnya terlihat hilang ternyata tidak seluruhnya dicuri, melainkan diamankan sementara oleh petugas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Thomas Larfo Dimeira, menjelaskan bahwa langkah pengamanan tersebut diambil setelah terjadi aksi pencurian besi drainase di beberapa titik sebelum gedung RCH diresmikan.
“Awalnya memang ada dua titik yang benar-benar dicuri. Dari situ kami antisipasi agar tidak semakin banyak yang hilang, sehingga penutup drainase lainnya kami lepas sementara dan diamankan,” kata Thomas, Rabu (7/1/2026).
Ia menyebut, maraknya pencurian material logam menjadi ancaman serius bagi fasilitas publik, terutama di kawasan pedestrian yang seharusnya aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Karena itu, petugas lapangan memilih menyelamatkan aset terlebih dahulu ketimbang membiarkannya habis dijarah.
Thomas memastikan seluruh besi penutup drainase yang dilepas kini tersimpan di dalam area Gedung RCH dan dalam kondisi utuh. Pihaknya juga menegaskan bahwa pemasangan kembali akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Materialnya ada dan lengkap. Tinggal kita pasang kembali setelah skema pengamanannya disepakati,” ujarnya.
Namun demikian, Dinas PUPR-PKPP Riau tidak ingin kejadian serupa kembali terulang. Saat ini, pihaknya tengah merancang metode pemasangan baru agar besi drainase tidak mudah dibongkar atau dicuri oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Beberapa opsi pengamanan tengah dikaji, mulai dari pemasangan permanen hingga pengelasan khusus, namun tetap memperhatikan kebutuhan perawatan drainase secara berkala.
“Kami cari cara terbaik. Aman dari pencurian, tapi tetap bisa dibuka jika suatu saat diperlukan untuk pembersihan,” jelas Thomas.
Sebelumnya, kondisi pedestrian di depan gedung milik Pemerintah Provinsi Riau ini menuai sorotan publik. Sejumlah warga menilai lubang drainase terbuka sangat membahayakan, apalagi lokasinya berada di kawasan strategis dan ramai aktivitas.
Dengan rencana pemasangan kembali dan penguatan sistem pengamanan, Pemprov Riau diharapkan mampu mengembalikan fungsi pedestrian RCH sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan layak digunakan masyarakat.***













