Taktiknews.com, Pringsewu – Proyek rekonstruksi dan peningkatan kapasitas struktur jalan pada ruas Sp. 5 Tugu Sarinongko–Podomoro, Kabupaten Pringsewu, menuai sorotan publik. Pasalnya, jalan yang belum genap satu bulan selesai dikerjakan itu kini dilaporkan mengalami kerusakan di hampir seluruh badan jalan.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, lapisan aspal tampak mengelupas, bergelombang, dan tidak rata. Kerusakan terlihat memanjang di sepanjang ruas, menimbulkan tanda tanya besar terkait kualitas pelaksanaan proyek.
Kondisi paling mencolok terlihat di sekitar perempatan depan Kantor Pekon Podomoro. Di lokasi tersebut, sejumlah titik sudah dilakukan penambalan. Namun, tambalan tersebut justru tampak kontras dan tidak menyatu dengan lapisan aspal sebelumnya. Bahkan, di beberapa bagian, tambalan kembali mengalami kerusakan.
Seorang warga setempat berinisial YS (40) mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, persoalan bukan sekadar tambalan, melainkan mutu pekerjaan awal yang patut dipertanyakan.
“Kalau cuma ditambal, itu bukan solusi. Yang jadi masalah, jalan ini baru sekitar satu bulan selesai dikerjakan, tapi kondisinya sudah rusak seperti ini. Pengerjaannya patut dipertanyakan,” ujarnya.
Warga menilai kerusakan dini tersebut tidak sebanding dengan status proyek peningkatan kapasitas struktur jalan yang menelan anggaran besar. Oleh karena itu, masyarakat mendesak Bupati Pringsewu untuk turun langsung ke lapangan guna melihat kondisi riil hasil pekerjaan.
Menurut warga, kehadiran kepala daerah penting untuk memastikan pengawasan teknis berjalan sebagaimana mestinya dan tidak hanya sebatas administrasi di atas kertas.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek tersebut merupakan kegiatan konstruksi Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pringsewu. Proyek ini memiliki pagu anggaran sekitar Rp 8,7 miliar dengan nilai kontrak mencapai Rp 8,66 miliar. Pelaksana pekerjaan adalah CV Dokoba Corp yang berkantor di Bandar Lampung.
Selain meminta peninjauan langsung dari bupati, warga juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut. Evaluasi dinilai perlu mencakup kesesuaian pekerjaan di lapangan dengan spesifikasi teknis serta Rencana Anggaran Biaya (RAB). Jika ditemukan indikasi penyimpangan, masyarakat berharap ada langkah tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu maupun rekanan pelaksana proyek belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi jalan yang dilaporkan rusak meski baru selesai dikerjakan. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.***












