Banner Website
Daerah

Atasi Kesenjangan Pendidikan, Pemprov Riau Bangun Sekolah Rakyat Keempat di Kuansing

37
×

Atasi Kesenjangan Pendidikan, Pemprov Riau Bangun Sekolah Rakyat Keempat di Kuansing

Sebarkan artikel ini
Atasi Kesenjangan Pendidikan, Pemprov Riau Bangun Sekolah Rakyat Keempat di Kuansing
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, usai rapat koordinasi di Kantor Gubernur Riau, Kamis (22/1/2026). (Taktiknews/Mc)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin masih menjadi persoalan serius di Provinsi Riau.

Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Riau terus memperluas Program Sekolah Rakyat, sebuah model pendidikan gratis berbasis asrama yang ditujukan khusus bagi siswa dari keluarga tidak mampu.

Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang layak dan merata, terutama bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan formal.

Saat ini, tiga Sekolah Rakyat telah beroperasi di Riau, masing-masing dua unit di Kota Pekanbaru dan satu unit di Kabupaten Rokan Hilir.

Untuk memperluas jangkauan dan pemerataan, Pemprov Riau mulai membangun Sekolah Rakyat keempat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan pembangunan sekolah tersebut sudah berjalan dan ditargetkan rampung tahun ini agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Sekolah Rakyat di Kuansing sudah mulai dibangun. Targetnya selesai tahun ini, sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa segera mendapatkan akses pendidikan yang layak,” kata Hariyanto usai rapat koordinasi di Kantor Gubernur Riau, Kamis (22/1/2026).

Menurut Hariyanto, Program Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan gedung sekolah, melainkan upaya konkret pemerintah daerah untuk menjawab persoalan kemiskinan struktural yang selama ini membatasi kesempatan anak-anak miskin mengenyam pendidikan berkualitas.

Dari total 11 kabupaten/kota yang direncanakan menjadi lokasi pengembangan Sekolah Rakyat, tujuh daerah telah menyelesaikan seluruh tahapan persiapan.

Sementara empat daerah lainnya masih menghadapi kendala teknis, terutama terkait kesiapan dan kontur lahan.

“Ada daerah yang lahannya sudah tersedia, tapi secara teknis belum memenuhi syarat. Ini sedang kita carikan solusi agar program tetap berjalan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Zulfadli, menyebut Sekolah Rakyat Kuansing akan dibangun dengan konsep terpadu dan fasilitas lengkap, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, serta asrama siswa karena menerapkan sistem boarding school.

“Sekolah ini memang disiapkan untuk anak-anak dari keluarga miskin. Mereka akan tinggal, belajar, dan dibina di satu kawasan pendidikan,” ujar Zulfadli.

Ia berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi jawaban atas masalah putus sekolah dan rendahnya akses pendidikan bagi keluarga miskin di Riau.

“Kalau akses pendidikan terbuka dan kualitasnya baik, kita optimistis kemiskinan bisa ditekan dari generasi ke generasi,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *