Banner Website
Politik

Antrean Biosolar Mengular di Pekanbaru, DPRD Curiga Masalah Distribusi

43
×

Antrean Biosolar Mengular di Pekanbaru, DPRD Curiga Masalah Distribusi

Sebarkan artikel ini
Antrean Biosolar Mengular di Pekanbaru, DPRD Curiga Masalah Distribusi
Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Tekad Abidin. /Taktiknews/Yw/Vitra

Taktiknews.com, Pekanbaru – Antrean panjang pembelian BBM jenis biosolar yang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru menuai sorotan dari DPRD Kota Pekanbaru.

Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Tekad Abidin, menilai kondisi tersebut tidak wajar dan berpotensi menimbulkan masalah serius bagi masyarakat.

Tekad mengungkapkan, antrean kendaraan untuk mendapatkan biosolar bahkan mencapai waktu tunggu hingga dua jam. Kondisi ini, menurutnya, tidak bisa dianggap sebagai hal biasa, apalagi terjadi di awal tahun.

“Antrean biosolar ini masih terus terjadi di beberapa SPBU. Ini bukan persoalan sepele dan harus segera dicari penyebabnya,” ujar Tekad, Kamis (29/1/2026).

Ia menilai situasi tersebut janggal karena biasanya persoalan kuota atau keterbatasan pasokan BBM subsidi kerap muncul menjelang akhir tahun, bukan di awal tahun anggaran.

“Secara logika, di awal tahun kuota biosolar seharusnya masih aman. Kalau sekarang sudah antre panjang, berarti ada yang tidak beres, entah di sistem distribusi Pertamina atau di tingkat SPBU,” tegasnya.

Tekad pun mendesak Pertamina untuk turun langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan menyeluruh.

Menurutnya, perlu dilakukan pencocokan data antara kuota yang disalurkan dengan kebutuhan riil di setiap SPBU yang ada di Kota Pekanbaru.

“Pertamina harus benar-benar melakukan cross-check. Berapa penyaluran, berapa kebutuhan, dan bagaimana pola penjualan biosolar di masing-masing SPBU,” katanya.

Lebih lanjut, Tekad menyinggung kondisi ironis yang terjadi di Provinsi Riau sebagai salah satu daerah penghasil minyak, namun masyarakatnya justru harus mengantre lama hanya untuk mendapatkan BBM subsidi.

“Riau ini daerah penghasil minyak. Sangat disayangkan kalau masyarakat Pekanbaru harus antre sampai berjam-jam hanya untuk membeli biosolar,” ujarnya.

Ia menambahkan, antrean panjang tersebut tidak hanya menyulitkan pengendara, khususnya pelaku usaha dan transportasi, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi di sekitar SPBU.

Akses ke pertokoan dan usaha warga sering kali terganggu akibat kendaraan yang mengular di badan jalan.

Untuk itu, Tekad meminta Pertamina segera mengambil langkah konkret agar distribusi biosolar kembali normal dan tidak menimbulkan kesan kelangkaan di tengah masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat terus dibuat susah dan seolah-olah terjadi kelangkaan solar di Pekanbaru. Ini harus segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *