Banner Website
Hukum & Kriminal

Anak Gajah Sumatera Tewas Terjerat di Tesso Nilo, Polisi Dalami Dugaan Perburuan

71
×

Anak Gajah Sumatera Tewas Terjerat di Tesso Nilo, Polisi Dalami Dugaan Perburuan

Sebarkan artikel ini
Anak Gajah Sumatera Tewas Terjerat di Tesso Nilo, Polisi Dalami Dugaan Perburuan
Seekor anak gajah Sumatera diduga menjadi korban jerat, memicu perhatian serius aparat penegak hukum dan otoritas konservasi, Kamis 26/2/2026. (TN/Mc)

Taktiknews.com, Pelalawan – Dunia konservasi kembali diguncang kabar duka. Seekor anak gajah Sumatera ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Satwa dilindungi tersebut diduga menjadi korban jerat, memicu perhatian serius aparat penegak hukum dan otoritas konservasi, Kamis 26/2/2026.

Temuan bangkai gajah pertama kali dilaporkan oleh tim patroli taman nasional sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ditemukan, kondisi tubuh satwa malang itu sudah membusuk dan diperkirakan telah mati hampir sepekan.

Kapolda Riau, Herry Heryawan, turun langsung meninjau lokasi bersama jajaran Polda Riau dan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Supartono. Kehadiran mereka untuk memastikan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) berjalan maksimal.

Di lokasi, Kapolda menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan observasi awal sembari menunggu hasil pemeriksaan medis dari tim dokter hewan.

โ€œKami bersama tim melakukan olah TKP sementara. Usia gajah diperkirakan kurang dari lima tahun. Kami menunggu hasil nekropsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya,โ€ ujar Herry.

Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, ditemukan adanya bekas jeratan pada salah satu kaki anak gajah tersebut. Tali jerat bahkan masih dalam kondisi utuh saat ditemukan.

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kematian satwa dilindungi tersebut tidak wajar dan berpotensi terkait praktik perburuan liar atau pemasangan jerat di sekitar kawasan hutan.

Polda Riau kini menyusun sejumlah hipotesis penyebab kematian. Salah satu kemungkinan yang didalami adalah infeksi akibat jeratan yang membuat gajah tak mampu bergerak hingga akhirnya mati di lokasi.

โ€œKami tidak ingin berspekulasi. Semua kemungkinan sedang kami kaji, termasuk apakah jeratan tersebut menyebabkan luka serius dan infeksi hingga berujung kematian,โ€ tambah Kapolda.

Kepala BKSDA Riau, Supartono, mengungkapkan bahwa anak gajah tersebut berjenis kelamin jantan. Bangkainya ditemukan sekitar 200 meter dari batas kawasan taman nasional.

Secara fisik, kondisi tubuh yang telah membusuk dan dipenuhi belatung menunjukkan satwa itu telah mati dalam beberapa hari terakhir. Namun, kepastian usia dan penyebab kematian masih menunggu hasil nekropsi dari tim medis.

โ€œUntuk memastikan umur dan penyebab kematiannya, kami menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Setelah itu baru bisa kami sampaikan secara resmi,โ€ jelas Supartono.

Kasus ini kembali menyoroti ancaman nyata yang dihadapi populasi gajah Sumatera di Riau. Jerat yang dipasang secara ilegal tidak hanya menyasar satwa tertentu, tetapi juga kerap memakan korban dari spesies dilindungi.

Taman Nasional Tesso Nilo sendiri dikenal sebagai salah satu habitat penting gajah Sumatera. Namun tekanan akibat perambahan hutan, konflik manusia-satwa, hingga perburuan liar terus membayangi kelestariannya.

Polda Riau memastikan akan menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan mendalam, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pelaku pemasangan jerat di sekitar lokasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa upaya perlindungan satwa liar masih menghadapi tantangan besar. Tanpa penegakan hukum tegas dan pengawasan ketat, ancaman terhadap gajah Sumatera akan terus berulang.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *