Banner Website
Daerah

254 Hotspot di Siak, Pemkab Perkuat Mitigasi Karhutla

5
×

254 Hotspot di Siak, Pemkab Perkuat Mitigasi Karhutla

Sebarkan artikel ini
254 Hotspot di Siak, Pemkab Perkuat Mitigasi Karhutla
Wakil Bupati Siak Syamsurizal saat memimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla di Halaman Kantor Bupati Siak, Kompleks Perkantoran Tanjung Agung, Selasa (30/6/2026). TN/M

Taktiknews.com, Siak – Karhutla Siak menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak setelah terdeteksi sebanyak 254 titik panas (hotspot) hingga 29 Juni 2026. Menghadapi ancaman Super El Nino yang berpotensi memperparah musim kemarau, pemerintah memperkuat patroli terpadu, deteksi dini, serta kesiapsiagaan personel di wilayah rawan kebakaran.

Langkah tersebut ditegaskan Wakil Bupati Siak Syamsurizal saat memimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla di Halaman Kantor Bupati Siak, Kompleks Perkantoran Tanjung Agung, Selasa (30/6/2026).

Menurut Syamsurizal, penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Seluruh pemangku kepentingan harus membangun koordinasi dan komunikasi yang kuat agar upaya pencegahan berjalan efektif.

“Karhutla tidak mengenal batasan, dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Yang diperlukan kerja sama, koordinasi, dan komunikasi yang baik,” ujarnya, dari pantauan Taktiknews.com, Selasa (30/6/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau berlangsung.

“Kami minta masyarakat musim kering seperti ini, tidak membersihkan lahan dengan cara di bakar. Kewaspadaan bersama sangat penting agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini dan tidak meluas. Untuk petugas Karhutla pastikan alat dan personel standbye bila terjadi kebakaran,” tegasnya kepada Taktiknews.com, Selasa (30/6/2026).

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara mengatakan, pihaknya terus memperkuat langkah pencegahan melalui patroli di wilayah rawan, optimalisasi sistem deteksi dini berbasis hotspot, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan di lapangan.

BPBD juga menggandeng perusahaan, TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan untuk melakukan patroli bersama dan verifikasi terhadap setiap titik panas yang terdeteksi.

“Kami akan terus melakukan patroli bersama perusahaan dan stakeholder, serta turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan sarpras sesuai dan setiap potensi titik api dapat dicegah sejak dini,” kata Novendra kepada Taktiknews.com, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, setiap data hotspot yang diterima tidak langsung dikategorikan sebagai kebakaran. Tim gabungan segera melakukan pengecekan bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kampung, dan pemerintah kecamatan.

“Begitu kita mendapat data hotspot, kami langsung lakukan pengecekan di lapangan bersama MPA, pemerintah kampung, dan kecamatan agar tidak berkembang menjadi kebakaran,” ujarnya.

Data BPBD Kabupaten Siak hingga 29 Juni 2026 mencatat sebanyak 254 hotspot dan 45 fire spot. Sebanyak 11 dari 14 kecamatan dipetakan sebagai wilayah rawan karhutla karena didominasi lahan gambut serta kawasan perkebunan milik masyarakat maupun perusahaan.

Dukungan juga datang dari kalangan perusahaan. Perwakilan PT Arara Abadi, Lambok Pardede, mengatakan pihaknya telah melakukan patroli terpadu bersama BPBD, TNI, Polri, serta unsur terkait di wilayah Pusako dan Sungai Apit yang masuk kategori rawan kebakaran.

Selain patroli, perusahaan juga meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan memperkuat koordinasi di tingkat desa hingga kecamatan. Ke depan, pos mitigasi akan dibentuk untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

“Kami sudah melakukan patroli bersama BPBD, TNI, Polri, serta sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan. Ke depan juga akan diperkuat dengan pos mitigasi agar penanganan bisa lebih cepat dilakukan ketika terjadi kebakaran,” pungkasnya.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *