Taktiknews.com, Pekanbaru – Penanganan dugaan penimbunan parit Jalan Riau Ujung, Kecamatan Payung Sekaki, oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 Pekanbaru Aman bersama DLHK Pekanbaru berakhir dengan temuan berbeda di lapangan.
Laporan awal dari warga bernama Louis menyebut adanya aktivitas penimbunan parit menggunakan tanah yang dikhawatirkan mengganggu aliran drainase. Laporan tersebut turut disertai bukti video seorang pria paruh baya menggunakan mobil pickup Kijang putih menurunkan material di tepi parit.
Menindaklanjuti laporan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, langsung mengerahkan tim gabungan untuk melakukan pengecekan di lokasi.
“Laporan tersebut kami terima pada minggu kemarin. Mengingat krusialnya fungsi parit di Jalan Riau Ujung untuk mencegah banjir, tim gabungan dari DLHK dan Satpol PP Pekanbaru segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan pada Senin (11/5/2026),” ujar Reza dalam keterangan resminya.
Namun hasil investigasi di lapangan menunjukkan fakta berbeda. Petugas tidak menemukan adanya upaya penutupan drainase, melainkan aktivitas perataan area yang dipenuhi tumpukan sampah.
Saksi mata di lokasi, Dewi, yang sehari-hari berjualan pecel lele di sekitar area tersebut, memberikan klarifikasi kepada petugas.
“Bapak itu sebenarnya bukan mau menimbun atau menutup parit. Beliau membawa tanah dengan mobil pickup untuk menimbun tumpukan sampah yang ada di bibir parit agar lebih rapi dan tidak berbau. Tanah itu diratakan di atas sampah, bukan dibuang ke dalam aliran airnya,” jelas Dewi saat memberikan keterangan kepada tim gabungan.
DLHK Pekanbaru menilai tindakan warga tersebut memiliki niat baik, namun tetap perlu berada dalam koordinasi resmi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Reza Aulia Putra menegaskan pihaknya akan memberikan edukasi terkait penanganan sampah dan kebersihan lingkungan. Ia juga mengapresiasi laporan cepat warga melalui layanan 112 yang membantu respons awal di lapangan.
Dengan hasil ini, kasus dugaan penimbunan parit dipastikan tidak mengganggu fungsi drainase, namun menjadi pengingat pentingnya koordinasi dalam menjaga kebersihan lingkungan kota.***













