Taktiknews.com, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan perluasan layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penambahan jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai awal 2026. Total dapur SPPG di ibu kota Provinsi Riau itu diproyeksikan meningkat signifikan hingga mencapai 104 unit.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan penambahan tersebut merupakan hasil koordinasi terakhir bersama Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Pekanbaru. Ia menyebut, puluhan dapur baru sedang dipersiapkan untuk segera beroperasi.
โInformasi terakhir yang kami terima, ada 104 dapur SPPG yang direncanakan mulai aktif di awal tahun ini,โ ujar Markarius, Senin (15/1/2026).
Jumlah tersebut melonjak tajam dibandingkan kondisi akhir 2025 lalu, di mana dapur SPPG yang beroperasi baru sekitar 56 unit. Menurut Markarius, hampir 60 dapur sudah berjalan pada Desember 2025, dan sisanya kini tengah memasuki tahap akhir persiapan.
โHarapannya, dalam waktu dekat seluruh dapur tersebut bisa beroperasi penuh,โ katanya.
Ia menilai penambahan dapur SPPG menjadi langkah krusial untuk memperluas jangkauan program MBG di Pekanbaru. Dengan jumlah dapur yang semakin banyak, distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah diharapkan semakin merata.
Saat ini, jumlah peserta didik yang menjadi sasaran program MBG di Kota Pekanbaru mencapai hampir 300 ribu orang, atau sekitar 298 ribu siswa. Namun, layanan dapur SPPG yang tersedia baru mampu menjangkau sekitar 133 ribu peserta didik.
Artinya, masih terdapat sekitar 165 ribu siswa yang belum menerima manfaat program MBG secara optimal. Kondisi tersebut disebabkan belum seluruh dapur SPPG beroperasi.
โKalau semua dapur sudah aktif, target kita seluruh peserta didik di Pekanbaru bisa mendapatkan program MBG,โ jelas Markarius.
Ia optimistis, dengan tambahan dapur SPPG yang tersebar di berbagai wilayah, kesenjangan layanan MBG dapat segera teratasi sepanjang tahun 2026.
Selain soal jangkauan, Markarius juga mengingatkan pengelola dapur SPPG agar menjaga standar kualitas makanan. Ia menekankan pentingnya mutu gizi, kebersihan, serta penyajian menu agar program MBG benar-benar memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak.
โPelayanan harus maksimal. Kualitas menu dan penyajiannya harus diperhatikan betul karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita,โ pungkasnya.














