Banner Website
Politik

Pulihkan Tesso Nilo, Menhut Siapkan Ribuan Bibit Pohon Pengganti Sawit

76
×

Pulihkan Tesso Nilo, Menhut Siapkan Ribuan Bibit Pohon Pengganti Sawit

Sebarkan artikel ini
Pulihkan Tesso Nilo, Menhut Siapkan Ribuan Bibit Pohon Pengganti Sawit
Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Minggu (21/12/2025)./R45/Mc

Taktiknnews.com, Jakarta – Pemerintah menegaskan keseriusannya dalam memulihkan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang selama ini mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan. Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Minggu (21/12/2025).

Dalam unggahan tersebut, Raja Juli Antoni merespons pertanyaan publik terkait langkah rehabilitasi lahan bekas kebun sawit yang telah dikembalikan ke kawasan TNTN. Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai jenis bibit pohon untuk mendukung restorasi ekosistem hutan konservasi.

Menurutnya, jenis tanaman yang disiapkan tidak hanya berfungsi sebagai penutup lahan, tetapi juga mendukung pemulihan keanekaragaman hayati. Beberapa di antaranya adalah trembesi, mahoni, kulim, sengon, aren, pulai, hingga tanaman bernilai ekonomi seperti jengkol, petai, dan durian.

โ€œBibit-bibit ini sudah kita siapkan untuk ditanam kembali di kawasan Tesso Nilo dan taman nasional lainnya,โ€ ujar Raja Juli Antoni dalam video tersebut.

Ia menjelaskan, penyiapan bibit dilakukan secara bersamaan dengan proses penertiban kebun sawit ilegal di dalam kawasan taman nasional. Pemerintah, kata dia, tidak hanya berhenti pada penegakan aturan, tetapi juga memastikan ada langkah lanjutan berupa pemulihan hutan dan lahan yang telah rusak.

โ€œSelain menumbangkan sawit, kita juga langsung menyiapkan solusi ekologisnya, yaitu penanaman kembali,โ€ jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kehutanan juga memperlihatkan momen penanaman bibit kulim di kawasan TNTN. Ia berharap pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan menjadi bagian dari upaya mengembalikan tutupan hutan alami.

โ€œSaya menanam kulim di Tesso Nilo. Mudah-mudahan bisa tumbuh subur,โ€ ucapnya.

Lebih lanjut, Raja Juli Antoni menekankan pentingnya memperbanyak ketersediaan bibit sejak awal. Hal ini dilakukan agar proses rehabilitasi dapat segera berjalan setiap kali tercapai kesepakatan dengan masyarakat terkait pengembalian lahan ke kawasan taman nasional.

โ€œKalau dialog dengan masyarakat berhasil dan lahan dikembalikan, kita tidak perlu menunggu lama. Bibit sudah siap, rehabilitasi bisa langsung dilakukan,โ€ tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemulihan TNTN tidak dilakukan dengan pendekatan konfrontatif. Relokasi masyarakat dari kawasan taman nasional justru ditempuh melalui dialog dan musyawarah, dengan tujuan memberikan kepastian hukum atas pengelolaan lahan pengganti di luar kawasan konservasi.

โ€œIni bukan hari permusuhan karena masyarakat dipindahkan dari taman nasional. Justru ini hari yang baik, karena melalui dialog dan cara damai, masyarakat mendapatkan kepastian hukum untuk mengelola kebun baru di luar Tesso Nilo,โ€ tegasnya.

Saat ini, kata Raja Juli Antoni, lahan pengganti tersebut diberikan dalam bentuk Surat Keputusan Hutan Kemasyarakatan (HKm). Skema ini dipilih agar proses relokasi dan penataan kawasan dapat berjalan lebih cepat, sembari tetap mengedepankan prinsip keadilan sosial dan perlindungan lingkungan.

Pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo diharapkan menjadi contoh bahwa penegakan hukum, rehabilitasi ekologis, dan pendekatan sosial dapat berjalan beriringan demi menjaga kelestarian hutan sekaligus melindungi hak masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *