Taktiknews.com, Pekanbaru – Kinerja sektor pertanian di Provinsi Riau menunjukkan tren positif. Dalam dua tahun terakhir, produksi padi mengalami lonjakan signifikan hingga 12,7 persen, dari sebelumnya 205.973 ton menjadi 232.071 ton. Capaian ini dinilai sebagai sinyal penguatan ketahanan pangan daerah, meski belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data terbaru, jika produksi padi tersebut dikonversi menjadi beras konsumsi, maka total beras yang dihasilkan Riau pada 2025 mencapai sekitar 133,19 ribu ton, atau tumbuh 4,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menegaskan peningkatan produksi ini menjadi modal penting untuk mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah. Namun, ia mengakui bahwa tantangan besar masih membayangi.
“Dengan jumlah penduduk sekitar 6,7 juta jiwa, kebutuhan beras Riau mencapai kurang lebih 436 ribu ton per tahun. Artinya, produksi lokal baru mampu mencukupi sekitar 27 persen dari total kebutuhan,” ujarnya kepada TaktikNews.com, Selasa (10/2/2026).
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Provinsi Riau menetapkan ketahanan pangan sebagai isu strategis dalam arah pembangunan daerah hingga tahun 2029. Upaya ini dirancang secara bertahap dan berkelanjutan melalui empat fokus utama.
Pertama, pemerintah akan mendorong peningkatan ketersediaan dan produksi pangan lokal, terutama komoditas strategis seperti padi dan jagung, yang dijadikan sebagai indikator utama kinerja pembangunan daerah.
Kedua, Pemprov Riau menargetkan pengurangan ketergantungan pangan dari luar daerah secara bertahap, seiring dengan peningkatan kapasitas produksi petani lokal.
Selain itu, optimalisasi lahan pertanian juga menjadi perhatian serius. Pemerintah berencana meningkatkan produktivitas melalui pemanfaatan lahan tidur, peningkatan indeks pertanaman, serta pengendalian alih fungsi lahan pertanian.
Tak kalah penting, penguatan sumber daya manusia di sektor pertanian turut menjadi fokus. “Peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani, termasuk mendorong regenerasi petani dan memperkuat peran petani milenial, menjadi bagian penting dari strategi ini,” tutup Syahrial.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov Riau berharap ketahanan pangan tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar mampu menekan ketergantungan daerah terhadap pasokan beras dari luar wilayah.***













