Banner Website
Daerah

Pemkab Meranti dan RAPP Perkuat Program Desa Bebas Api

4
×

Pemkab Meranti dan RAPP Perkuat Program Desa Bebas Api

Sebarkan artikel ini
Pemkab Meranti dan RAPP Perkuat Program Desa Bebas Api
Program Desa Bebas Api diperkuat melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). (TN/S)

Taktiknews.com, Pelalawan – Program Desa Bebas Api diperkuat melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Kesepakatan tersebut menjadi langkah bersama dalam meningkatkan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan Pulau Padang yang didominasi lahan gambut.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar bersama PT RAPP di Ruang Batam, Hotel Unigraha, Kabupaten Pelalawan, dan turut dihadiri Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga, SH, mewakili Kapolres Kepulauan Meranti, Kepala UPT KPH Tebing Tinggi Indra Rosadi, S.Pd.I., M.Si., jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta para kepala desa.

Dalam sambutannya, Bupati Asmar menegaskan bahwa karhutla masih menjadi ancaman serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mengingat Pulau Padang memiliki karakteristik lahan gambut yang sangat rentan terbakar.

“Wilayah Kepulauan Meranti, khususnya Pulau Padang, memiliki karakteristik lahan gambut yang sangat rentan. Kecerobohan kecil maupun ego sektoral dalam pengelolaan lahan dapat menimbulkan dampak besar terhadap lingkungan, ekonomi, hingga kesehatan masyarakat,” ujarnya kepada Taktiknews.com, Selasa (30/6/2026).

Asmar mengapresiasi PT RAPP yang secara konsisten menjalankan Program Desa Bebas Api sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan penghargaan kepada desa, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

“Program ini mendorong lahirnya budaya peduli lingkungan, budaya gotong royong, serta budaya membuka lahan tanpa membakar. Mencegah jauh lebih murah, lebih mudah, dan lebih mulia daripada memadamkan,” tegasnya.

Ia meminta seluruh kepala desa, perangkat desa, serta masyarakat di Pulau Padang mengoptimalkan peran Masyarakat Peduli Api (MPA), meningkatkan edukasi kepada warga, dan memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, serta tim pemadam kebakaran perusahaan.

Bupati berharap desa yang berhasil mempertahankan status zero fire dapat memanfaatkan penghargaan yang diterima untuk pembangunan fasilitas publik maupun infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Menjaga kelestarian Pulau Padang adalah investasi bagi masa depan anak cucu kita. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus berjalan bersama. Sinergi tiga pilar inilah yang menjadi kunci keberhasilan mewujudkan Kepulauan Meranti bebas asap,” katanya kepada Taktiknews.com.

Sementara itu, Manajer PT RAPP Wan Mohammad Jakh Anza menjelaskan Program Desa Bebas Api telah dijalankan sejak 2015 dan terus berkembang. Di Pulau Padang terdapat 11 desa yang menjadi perhatian perusahaan, sedangkan pada tahap kerja sama kali ini difokuskan di Desa Mengkopot dan Desa Selat Akar.

Menurutnya, pemilihan desa dilakukan berdasarkan pendekatan landscape dan analisis tingkat risiko kebakaran (fire risk), bukan semata-mata karena berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Program ini tidak mungkin berhasil jika hanya dijalankan perusahaan. Dibutuhkan pendekatan yang holistik melalui kolaborasi pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat,” ujarnya kepada Taktiknews.com.

Wan Mohammad Jakh Anza menambahkan, desa yang mampu mempertahankan kondisi tanpa kebakaran selama musim kemarau sekitar tiga hingga empat bulan akan memperoleh penghargaan berupa program pembangunan senilai Rp100 juta. Bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan diwujudkan dalam pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat dan berada di luar anggaran Community Development (CD) perusahaan.

Selain itu, PT RAPP juga menjalankan berbagai program pendukung seperti sosialisasi pencegahan karhutla, pembentukan crew leader dari masyarakat, hingga bantuan pembukaan lahan tanpa bakar menggunakan metode mekanis bagi warga yang memenuhi persyaratan.

Ia menyebut Program Desa Bebas Api telah menjadi salah satu model pencegahan karhutla yang mendapat perhatian nasional dan pernah dijadikan bahan kajian oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai referensi dalam pengembangan kebijakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Kepulauan Meranti dan PT RAPP berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat untuk menjaga Pulau Padang tetap bebas dari karhutla serta mewujudkan Kepulauan Meranti yang bebas asap.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *