Taktiknews.com, Pekanbaru – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru tahun 2026 yang dipatok lebih dari Rp1,3 triliun dinilai bukan sekadar angka ambisius.
Namun, capaian tersebut dinilai hanya bisa terwujud apabila Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bekerja lebih serius, profesional, dan menutup celah kebocoran pajak.
Penegasan itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, H Fathullah SH MH, yang secara terbuka mengingatkan pentingnya optimalisasi pengelolaan pajak daerah.
Menurutnya, sektor pajak merupakan tulang punggung PAD Pekanbaru, sehingga pengawasannya tidak boleh longgar.
“Pajak daerah adalah sumber utama PAD. Kalau pengelolaannya optimal dan tidak ada kebocoran, target PAD sangat mungkin tercapai,” kata Fathullah, Rabu (14/1/2026) kepada Taktiknews.com.
Ia menilai potensi pajak Pekanbaru sejatinya sangat besar. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan berbagai persoalan yang menyebabkan pendapatan daerah tidak maksimal.
Salah satu masalah utama yang disorot adalah kebocoran penerimaan pajak di sejumlah sektor.
“Kita tidak menutup mata, masih ada potensi yang belum tergarap dengan baik. Ini harus segera dibenahi, karena kebocoran sekecil apa pun berdampak besar pada keuangan daerah,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.
Fathullah juga mendorong agar Bapenda meningkatkan pengawasan menyeluruh terhadap seluruh jenis pajak daerah.
Mulai dari pajak restoran, hotel, parkir, reklame, hingga sektor-sektor lain yang selama ini dinilai rawan tidak sesuai antara potensi dan realisasi setoran.
“Semua sektor harus diawasi secara ketat. Jangan sampai potensi di lapangan besar, tapi pemasukan ke daerah justru kecil,” ujarnya.
Sebagai mitra kerja, Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, lanjut Fathullah, terus memperkuat fungsi pengawasan melalui rapat dengar pendapat dan evaluasi berkala.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan strategi peningkatan PAD berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami rutin memanggil Bapenda untuk membahas capaian dan potensi pendapatan daerah. Ini bukan formalitas, tapi menyangkut masa depan pembangunan Pekanbaru,” katanya.
Menurutnya, penguatan PAD sangat menentukan kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta menjalankan program-program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kalau PAD kuat, pemerintah punya ruang fiskal yang lebih besar. Ujungnya, masyarakat Pekanbaru yang akan merasakan manfaatnya,” pungkas Fathullah.***













