Banner Website
Nasional

LPI 2025 Diluncurkan, BI Tekankan Strategi OKS Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional

34
×

LPI 2025 Diluncurkan, BI Tekankan Strategi OKS Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sebarkan artikel ini
LPI 2025 Diluncurkan, BI Tekankan Strategi OKS Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia./TN/YW/Mc

Taktiknews.com, Pekanbaru – Bank Indonesia resmi meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 sebagai pijakan strategis dalam membaca arah ekonomi nasional dua tahun mendatang. Peluncuran tersebut diikuti secara daring oleh Asisten II Setdaprov Riau, Helmi, dari Aula Kantor Perwakilan BI Provinsi Riau, Rabu (28/1/2026).

Agenda ini menjadi sorotan penting karena memuat gambaran menyeluruh kondisi ekonomi Indonesia sekaligus rekomendasi kebijakan yang harus direspons pemerintah daerah. Dalam pemaparannya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menekankan perlunya pendekatan khusus melalui strategi OKS (Optimisme, Komitmen, dan Sinergi) guna menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Helmi menyampaikan bahwa strategi OKS menjadi pesan utama BI dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, laporan tersebut menunjukkan fondasi ekonomi Indonesia sepanjang 2025 masih terjaga kuat dan memberikan optimisme besar bagi perencanaan pembangunan daerah.

“BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026 berada di kisaran 4,9–5,7 persen, dengan titik tengah 5,3 persen. Ini sinyal positif yang harus ditangkap daerah agar program pembangunan sejalan dengan target nasional,” ujar Helmi.

Tak hanya itu, tren pertumbuhan diyakini akan semakin menguat pada 2027, dengan proyeksi berada pada rentang 5,1–5,9 persen atau rata-rata 5,5 persen. Angka tersebut dinilai mencerminkan optimisme terhadap pemulihan dan transformasi ekonomi Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Perry Warjiyo menegaskan bahwa LPI bukan sekadar laporan tahunan, melainkan bentuk transparansi Bank Indonesia dalam menjaga kredibilitas kebijakan moneter dan ekonomi nasional. Ia menyatakan keyakinannya bahwa perekonomian Indonesia akan menunjukkan kinerja yang lebih baik pada 2026 dan 2027.

“Optimisme harus dibangun bersama. Insya Allah ekonomi Indonesia ke depan akan semakin solid,” kata Perry.

Selain optimisme, komitmen seluruh pemangku kepentingan juga menjadi penekanan utama. Perry mengingatkan pentingnya peran aktif pemerintah pusat, daerah, sektor perbankan, dan dunia usaha agar kebijakan yang disusun dapat berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Bank Indonesia, lanjutnya, berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi melalui penguatan kebijakan moneter dan makroprudensial, modernisasi sistem pembayaran, serta dukungan terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi ketahanan nasional.

Sementara itu, aspek sinergi dinilai sebagai kunci percepatan transformasi ekonomi. BI memastikan akan terus mempererat kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat untuk mendorong terwujudnya visi Indonesia Maju.

Peluncuran LPI 2025 ini diharapkan menjadi rujukan strategis bagi pemerintah daerah, termasuk Provinsi Riau, dalam merancang kebijakan ekonomi yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing tinggi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *