Taktiknews.com, Bengkalis – Semangat literasi visual dan kreativitas remaja kembali mendapat ruang penguatan melalui kegiatan edukatif yang digelar mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
Melalui EO Lensa Kreatif Muda, sebuah workshop fotografi bertajuk “Dari Lensa Jadi Karya: Mengubah Setiap Jepretan Menjadi Cerita” sukses dilaksanakan di SMAN 2 Bengkalis, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan para siswa yang memiliki ketertarikan pada dunia fotografi dan media kreatif visual. Selain menjadi ruang pembelajaran teknis, agenda tersebut dirancang untuk menumbuhkan kepekaan artistik, kemampuan menangkap momen, serta keterampilan menyampaikan pesan melalui medium gambar.
Fotografi dalam kegiatan ini diperkenalkan bukan sekadar aktivitas dokumentasi, melainkan sebagai bahasa visual yang mampu menghadirkan makna, emosi, dan cerita di balik setiap bidikan kamera.
Para peserta mendapatkan pembekalan menyeluruh, mulai dari dasar-dasar fotografi, teknik pengambilan gambar, pengaturan pencahayaan, komposisi visual, sudut pandang pemotretan, hingga etika dalam berkarya.
Materi disampaikan secara interaktif oleh narasumber M. Reyza Rezkya Al Kamal. Ia menekankan bahwa kekuatan fotografi terletak pada kemampuannya menyampaikan pesan tanpa kata, melalui visual yang berbicara kepada audiens.
“Fotografi bukan hanya soal memotret, tetapi bagaimana sebuah gambar mampu menyampaikan cerita dan pesan kepada orang yang melihatnya,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Para siswa tidak hanya menyimak materi, tetapi juga terlibat langsung dalam sesi praktik, mencoba berbagai teknik pengambilan gambar untuk memperdalam pemahaman terhadap materi yang diberikan.
Kepala SMAN 2 Bengkalis, Amisnudin, memberikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut. Ia menilai kegiatan ini mampu membuka wawasan baru sekaligus memperkaya pengalaman kreatif siswa di bidang seni visual.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang lebih peka terhadap perkembangan media visual, serta mampu mengembangkan bakat fotografi menjadi karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga bermakna dan komunikatif.**














