Banner Website
Daerah

FPAN Bahas Kendaraan Berat Air Molek, Dirlantas Polda Riau Dorong Regulasi Jalur

2
×

FPAN Bahas Kendaraan Berat Air Molek, Dirlantas Polda Riau Dorong Regulasi Jalur

Sebarkan artikel ini
FPAN Bahas Kendaraan Berat Air Molek
Foto Bersama dengan FPAN dan Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Dasril. (TN/M)

Taktiknews.com, Indragiri Hulu – Persoalan kendaraan berat Air Molek menjadi pembahasan dalam pertemuan Forum Penyelamat Aset Negara (FPAN) bersama Dinas Perhubungan Provinsi Riau dan Dinas Perhubungan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas dampak kendaraan bertonase besar atau Over Dimension Over Loading (ODOL) yang melintas di kawasan Kota Air Molek, termasuk pengaruhnya terhadap kondisi jalan dan keselamatan pengguna jalan.

Ketua Umum FPAN Fadri Hendra mengapresiasi kehadiran Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Dasril yang menerima aspirasi masyarakat terkait persoalan kendaraan berat, termasuk rencana pengaturan melalui pembangunan gapura maupun portal sebagai salah satu upaya pengendalian kendaraan yang melintas.

Fadri menilai, persoalan kendaraan berat di kawasan Air Molek membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta instansi teknis agar solusi yang dihasilkan dapat menjaga aset infrastruktur daerah.

Dalam pertemuan itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Dasril mengatakan, kendaraan berat yang melintas di kawasan Kota Air Molek harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan dengan kelancaran lalu lintas dan kondisi jalan.

Menurut Dasril, langkah awal yang perlu dilakukan adalah penyusunan regulasi oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu untuk mengatur jalur kendaraan berat agar tidak melintasi pusat kota.

“Dari hasil pembahasan tadi, yang pertama perlu dilakukan adalah membuat regulasi dari pemerintah daerah agar kendaraan berat diarahkan masuk melalui jalur yang telah ditentukan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan perkotaan,” ujar Dasril.

Ia menjelaskan, apabila jalur yang tersedia belum mampu mengakomodasi kendaraan berat, maka pemerintah perlu menyiapkan alternatif jalan lainnya. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kerusakan infrastruktur sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Dasril juga menyoroti kondisi ruas jalan di Air Molek yang mengalami penyempitan ketika memasuki kawasan kota. Kondisi tersebut membuat kendaraan bertonase besar berpotensi menghambat mobilitas masyarakat.

“Kalau kita lihat bersama, kawasan Air Molek memang terdapat penyempitan jalan ketika memasuki wilayah kota. Karena itu, setelah regulasi dibuat, perlu ada sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan pihak terkait untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas,” tutupnya.

Pantauan Taktiknews.com, Rabu (29/7/2026), pertemuan antara FPAN, Dinas Perhubungan Provinsi Riau, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Inhu menjadi langkah awal mencari solusi terhadap persoalan kendaraan berat yang selama ini melintas di kawasan Air Molek.

Kepada Taktiknews.com, pihak terkait berharap hasil pembahasan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan yang jelas, sehingga aktivitas kendaraan berat tetap berjalan namun tidak mengganggu keselamatan masyarakat serta mempercepat kerusakan jalan.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *