Banner Website
Hukum & Kriminal

Kapolda Riau Copot Kapolsek Panipahan Usai Aksi Anarkis, Isu Kamtibmas dan Narkoba Menguat

16
×

Kapolda Riau Copot Kapolsek Panipahan Usai Aksi Anarkis, Isu Kamtibmas dan Narkoba Menguat

Sebarkan artikel ini
Kapolda Riau Copot Kapolsek Panipahan Usai Aksi Anarkis
Kapolda Riau, Herry Heryawan, Minggu (12/04/2026). Taktiknews/Melva

Taktiknews.com, Rokan Hulu – Langkah tegas diambil Herry Heryawan dengan mencopot Kapolsek Panipahan dan Kanit Reskrim setempat menyusul aksi unjuk rasa warga yang berujung anarkis di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Minggu (12/04/2026). Keputusan ini menegaskan menguatnya isu lemahnya pengendalian keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut.

Pencopotan terhadap AKP Robiansyah dan Aipda Rahmat Ilyas disebut sebagai bentuk evaluasi internal institusi kepolisian atas situasi yang sempat tidak terkendali. Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pimpinan wilayah harus bertanggung jawab penuh atas dinamika keamanan di daerahnya.

Kapolda Riau menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melihat adanya kelemahan dalam pengelolaan situasi di tingkat Polsek, sehingga aksi masyarakat berkembang menjadi kericuhan.

“Ini adalah bentuk evaluasi dan tanggung jawab kami. Kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di Panipahan. Karena itu, kami mengambil langkah tegas,” ujar Herry.

Menurutnya, peran pimpinan di lapangan sangat krusial dalam membaca situasi sosial yang berkembang. Ketidakmampuan dalam merespons secara cepat dan tepat dapat memicu eskalasi yang lebih besar.

“Seorang pimpinan harus hadir, peka, dan mampu membaca situasi. Ketika itu tidak berjalan dengan baik, maka harus ada langkah korektif,” katanya.

Peristiwa ini juga menyoroti persoalan lain yang berkembang di tengah masyarakat, yakni keresahan terkait dugaan maraknya peredaran narkoba. Isu tersebut disebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya tensi hingga berujung aksi anarkis.

Meski demikian, Kapolda menegaskan bahwa setiap persoalan harus diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan tindakan yang melanggar aturan.

“Kami memahami keresahan masyarakat terkait narkoba. Itu menjadi perhatian kami dan akan kami tindak secara tegas. Tetapi caranya harus sesuai aturan, bukan dengan tindakan anarkis,” ujarnya.

Sejak awal kejadian, aparat bersama pemerintah daerah langsung bergerak cepat untuk meredam situasi. Isa Imam Syahroni bersama Wakil Bupati Jhony Charles turun langsung ke lokasi guna melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Mereka mengajak tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk berdialog, sebagai upaya menenangkan suasana dan mencegah konflik meluas. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meredam emosi warga.

“Kami bergerak cepat sejak awal. Kapolres bersama Wakil Bupati sudah turun langsung ke lapangan, mengajak tokoh-tokoh masyarakat untuk berdialog dan meredam situasi. Ini bagian dari pendekatan yang kami lakukan agar kondisi segera kondusif,” jelas Kapolda.

Upaya penanganan tidak berhenti pada tahap awal. Pada hari yang sama, jajaran pimpinan Polda Riau kembali turun ke lokasi untuk memastikan stabilitas benar-benar pulih.

Wakapolda, Irwasda, Kabid Propam, serta Bupati setempat melakukan pengawasan langsung sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Kehadiran mereka di lapangan menjadi bagian dari strategi pengendalian situasi secara menyeluruh.

“Wakapolda Riau, Irwasda, Kabid Propam bersama Bupati hari ini juga menuju Panipahan untuk memastikan seluruh langkah penanganan berjalan optimal, melakukan pengawasan langsung di lapangan, serta memperkuat komunikasi dengan masyarakat,” ujarnya.

Kapolda menekankan bahwa kehadiran pimpinan bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin rasa aman masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa situasi tetap terkendali, tidak ada eskalasi lanjutan, serta seluruh permasalahan ditangani secara komprehensif, baik dari sisi keamanan, penegakan hukum, maupun pendekatan sosial,” lanjutnya.

Saat ini, kondisi di Panipahan dilaporkan mulai berangsur kondusif. Aktivitas masyarakat kembali berjalan normal, meskipun aparat masih terus melakukan pengawasan ketat untuk mencegah potensi gangguan lanjutan.

Penguatan langkah preventif menjadi fokus utama, termasuk meningkatkan patroli dan memperkuat komunikasi dengan warga setempat.

Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Ia meminta warga untuk tetap menjaga ketenangan dan mempercayakan penanganan masalah kepada aparat.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat Panipahan untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Percayakan seluruh proses kepada aparat penegak hukum,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Partisipasi masyarakat dinilai penting dalam mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

“Mari kita jaga Panipahan tetap aman dan damai. Ini tanggung jawab kita bersama. Negara hadir, aparat hadir, dan masyarakat juga harus menjadi bagian dari menjaga kamtibmas,” tutup Kapolda.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa stabilitas keamanan daerah tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam merespons setiap persoalan secara bijak dan sesuai hukum.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *