Banner Website
Daerah

Jelang Ramadan, Satgas Pangan Pekanbaru Waspadai Lonjakan Harga

44
×

Jelang Ramadan, Satgas Pangan Pekanbaru Waspadai Lonjakan Harga

Sebarkan artikel ini
Jelang Ramadan, Satgas Pangan Pekanbaru Waspadai Lonjakan Harga
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho didampingi Kepala Disperindag, Iwan Simatupang meninjau ketersediaan bahan pangan di pasar tradisional beberapa waktu lalu. (TaktikNews/Md)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Tim Satgas Pangan Kota Pekanbaru meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gejolak harga bahan pangan. Sentimen pasar yang kerap muncul menjelang hari besar keagamaan dinilai bisa memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang, mengatakan peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan sering kali diikuti pergerakan harga di pasaran.

“Biasanya menjelang hari besar keagamaan, permintaan meningkat dan itu memunculkan sentimen harga. Ini yang sedang kami antisipasi,” ujar Iwan kepada Taktikbnews.com, Selasa (17/2/2026).

Untuk menekan potensi lonjakan tersebut, pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah daerah sentra produksi pangan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kerja sama antarwilayah guna menjaga kelancaran distribusi bahan pokok ke Pekanbaru.

“Kami membangun koordinasi dengan daerah penghasil agar pasokan tetap lancar selama Ramadan. Ini penting supaya harga tidak melonjak tajam,” jelasnya.

Selain faktor permintaan, Iwan juga menyoroti pengaruh cuaca ekstrem yang masih terjadi di sejumlah wilayah produksi. Kondisi tersebut berpotensi menekan hasil panen dan berdampak pada harga komoditas tertentu, terutama cabai dan sayuran.

“Cuaca sangat berpengaruh. Misalnya cabai merah, kalau produksi terganggu, otomatis harga bisa naik,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa secara umum stok bahan pangan di Pekanbaru masih dalam kondisi aman. Tim Satgas Pangan terus melakukan pemantauan rutin, mulai dari pasar tradisional, ritel modern, hingga swalayan.

Tak hanya itu, inspeksi mendadak juga dilakukan ke tingkat distributor untuk mencegah praktik penimbunan serta memastikan pasokan tersedia dan harga tetap terkendali.

“Kami tidak hanya mengawasi harga di pasar, tapi juga memastikan distribusi di tingkat distributor berjalan normal. Tujuannya agar masyarakat tidak terbebani saat menjalankan ibadah puasa,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *