Nasional

Hari Desa Nasional 2026, Pemerintah Perkuat Peran Desa

22
×

Hari Desa Nasional 2026, Pemerintah Perkuat Peran Desa

Sebarkan artikel ini
Hari Desa Nasional 2026, Pemerintah Perkuat Peran Desa
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026). /Taktiknews/Yw

Taktiknews.com, Boyolali – Peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026), menjadi panggung penegasan bahwa desa memegang peran strategis sebagai motor utama pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional.

Acara bertema “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia” tersebut dihadiri berbagai unsur kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga perwakilan pemerintah desa dari berbagai wilayah di Indonesia. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan berbasis desa.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menekankan, kehadiran banyak pemangku kepentingan dalam peringatan Hari Desa Nasional menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kebersamaan adalah kunci utama dalam memajukan desa dan bangsa.

Menurutnya, desa tidak lagi ditempatkan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek sekaligus pelaku utama pembangunan nasional. Karena itu, diperlukan kekompakan dan kerja tim yang solid dari seluruh elemen.

“Hari Desa Nasional harus menjadi titik tolak lahirnya semangat baru dan energi baru untuk membangun desa secara berkelanjutan,” ujar Yandri dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen desa, mulai dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para mantan kepala desa, kader PKK, hingga ibu-ibu posyandu yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan masyarakat di tingkat desa.

Dalam kesempatan tersebut, Mendes Yandri mengajak seluruh aparatur desa untuk mendukung dan menyukseskan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, serta percepatan pengentasan kemiskinan.

“Presiden Prabowo menempatkan desa sebagai pusat kekuatan pembangunan nasional. Karena itu, kita butuh super tim yang solid, satu visi, dan satu tujuan untuk memajukan desa,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan rasa persatuan dan menyingkirkan prasangka yang dapat menghambat pembangunan. Menurutnya, kemajuan desa hanya dapat dicapai dengan semangat gotong royong dan energi positif.

Tak hanya itu, Yandri turut mendorong seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk terus bersinergi agar berbagai program strategis yang menyentuh desa dapat berjalan optimal.

Program tersebut di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes), Sekolah Rakyat, hingga pengembangan desa tematik.

“Potensi alam kita besar, sumber daya kita melimpah. Yang harus kita suburkan adalah persatuan dan kemauan untuk maju bersama demi Indonesia yang kita cintai,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *