Taktiknews.com, Teluk Kuantan โ Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau ke-44, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi terus mematangkan seluruh persiapan teknis dan nonteknis. Memasuki H-3, rapat pemantapan digelar langsung oleh Bupati Kuantan Singingi di Ruang Multimedia Teluk Kuantan, Selasa (23/6/2026) siang.
Rapat tersebut dipimpin Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, dan turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kuansing H. Suhelmon, MA, Sekretaris Daerah Kuansing, para asisten, unsur Forkopimda, hingga seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkab Kuansing.
Bupati Suhardiman menegaskan bahwa kesiapan daerah tidak hanya sebatas mempercantik wajah kota sebagai tuan rumah, tetapi juga memastikan kenyamanan seluruh peserta yang akan datang.
โSelain daerah kita yang bersolek, kita juga harus mematangkan persiapan bagi 830 peserta MTQ yang akan datang ke Kuansing. Semua harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya agar mereka merasa nyaman selama mengikuti MTQ,โ tegas Suhardiman.
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah juga membahas secara detail sejumlah aspek teknis, mulai dari kesiapan Media Center, pelaksanaan Pawai Taaruf dengan perahu hias, agenda Pacu Jalur Rayon II, hingga skema penyambutan Menteri Agama Republik Indonesia yang dijadwalkan hadir dalam pembukaan MTQ.
Kepada Taktiknews.com, Selasa (23/6/2026), Bupati Suhardiman menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah diminta bekerja maksimal agar pelaksanaan MTQ berjalan sukses tanpa kendala berarti.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kuansing, H. Suhelmon, MA, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan ajang keagamaan tingkat provinsi tersebut.
โMTQ ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk menunjukkan keramahtamahan masyarakat Kuansing. Karena itu, koordinasi dan kerja sama seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan MTQ Provinsi Riau ke-44,โ tutup H. Suhelmon.
Pantauan Taktiknews.com, persiapan MTQ di Kuantan Singingi berjalan intensif dan melibatkan banyak elemen, sebagai upaya memastikan daerah mampu menjadi tuan rumah yang representatif bagi seluruh kafilah dari kabupaten/kota se-Riau.***














