Banner Website
Peristiwa

Cuaca Riau Relatif Stabil, BMKG Catat 57 Hotspot Terpantau

77
×

Cuaca Riau Relatif Stabil, BMKG Catat 57 Hotspot Terpantau

Sebarkan artikel ini
Kapolres AKBP Emil Turun Langsung
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Rokan Hulu.

Taktiknews.com, Pekanbaru – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca Provinsi Riau untuk Selasa, 3 Februari 2026. Secara umum, kondisi atmosfer di Riau masih tergolong stabil, dengan dominasi cuaca cerah berawan dan potensi hujan ringan bersifat setempat di sejumlah daerah.

BMKG memprakirakan pada pagi hari, sebagian besar wilayah Riau akan diselimuti udara kabur hingga cerah berawan. Memasuki siang hari, kondisi cerah masih bertahan, namun peluang hujan ringan muncul secara lokal di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

Pada sore hingga malam, awan diprediksi mulai berkembang di beberapa wilayah. Hujan ringan berpotensi turun di sebagian daerah Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, serta Indragiri Hilir. Sementara pada dini hari, kondisi cuaca diprakirakan kembali kabur hingga berawan.

BMKG memastikan tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Riau pada hari ini. Suhu udara diperkirakan berada di kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan relatif tinggi, antara 55 hingga 98 persen.

Angin umumnya bertiup dari arah utara hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 10–30 kilometer per jam.

“Secara umum, kondisi cuaca di Riau masih cukup kondusif. Hujan yang terjadi bersifat ringan dan tidak merata,” ujar Forecaster On Duty BMKG, Anggun R kepada Taktiknews.com.

Untuk wilayah perairan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut di perairan Riau berada pada kategori rendah, yakni sekitar 0,5 hingga 1,25 meter.

Namun, BMKG mengingatkan potensi gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter dapat terjadi di Perairan Dumai–Bengkalis.

“Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta tetap waspada, terutama saat melintas di jalur Dumai–Bengkalis,” kata Anggun.

Di tengah kondisi cuaca yang relatif stabil, BMKG juga mencatat peningkatan titik panas (hotspot). Berdasarkan pembaruan data hingga Senin (2/2/2026) pukul 23.00 WIB, total hotspot di Pulau Sumatera tercatat 158 titik, dengan Provinsi Riau menyumbang 57 titik.

Sebaran hotspot di Riau meliputi:

Kabupaten Pelalawan: 21 titik

Kabupaten Bengkalis: 20 titik

Kabupaten Kepulauan Meranti: 8 titik

Kabupaten Indragiri Hilir: 4 titik

Kabupaten Siak: 3 titik

Kota Dumai: 1 titik

Sementara itu, provinsi lain di Sumatera yang juga terpantau hotspot antara lain Kepulauan Riau (37 titik), Aceh (33 titik), Sumatera Utara (14 titik), Bangka Belitung (9 titik), Jambi (7 titik), dan Sumatera Barat (1 titik).

BMKG mengimbau pemerintah daerah, aparat, serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi.

“Meski ada peluang hujan ringan, risiko karhutla tetap ada. Pencegahan dini harus terus diperkuat,” pungkas Anggun.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *