Taktiknews.com, Jakarta – Bupati Siak Afni Zulkifli terus mengintensifkan komunikasi dengan pemerintah pusat guna memperjuangkan kebutuhan strategis daerah. Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Jakarta, Afni melakukan silaturahmi sekaligus koordinasi dengan sejumlah direktorat di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Kamis (5/2/2026).
Pertemuan pertama dilakukan bersama Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas, Diah Lenggogeni. Dalam pertemuan tersebut, Afni menindaklanjuti hasil audiensi sebelumnya dengan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, khususnya terkait penguatan alat kesehatan, fasilitas layanan, serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Siak.
Afni menegaskan peningkatan kualitas layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak, seiring tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang lebih merata dan berkeadilan hingga ke wilayah pelosok.
“Pelayanan kesehatan tidak hanya soal gedung, tetapi juga ketersediaan alat dan sistem layanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Afni di laman fbnya @Afni Zulkifli Siak.
Selain sektor kesehatan, Afni juga melakukan pertemuan dengan Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas RI. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan kondisi lahan pertanian di Siak yang membutuhkan perhatian serius, terutama terkait ketersediaan dan jaminan pasokan air bagi petani.
Menurutnya, persoalan irigasi menjadi isu krusial di tengah dorongan kebijakan nasional tentang ketahanan pangan. Tanpa dukungan infrastruktur pengairan yang memadai, produktivitas pertanian dikhawatirkan tidak optimal.
“Kebutuhan air bagi pertanian ini sudah sangat mendesak. Petani kita membutuhkan kepastian agar program ketahanan pangan dapat berjalan maksimal di daerah,” tegasnya.
Usai menjalani agenda padat, Afni juga sempat bertemu Bupati Bengkalis Kasmarni di bandara. Pertemuan singkat tersebut dimanfaatkan untuk bertukar pandangan terkait kondisi daerah dan tantangan kepemimpinan, terutama di tengah keterbatasan ruang fiskal yang semakin sempit.
Dalam diskusi tersebut, keduanya sepakat bahwa tantangan kepala daerah saat ini dinilai jauh lebih kompleks dibandingkan masa pandemi Covid-19. Tekanan anggaran, tuntutan pelayanan publik, serta dinamika kebijakan pusat menjadi ujian tersendiri bagi pemerintah daerah.
Sebagai sesama pemimpin perempuan di Riau, Afni dan Kasmarni saling menguatkan dan berbagi semangat untuk terus bertahan, belajar, dan berikhtiar dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
“Kepemimpinan hari ini mengajarkan banyak hal tentang kesabaran dan keteguhan. Kita harus terus bergerak meski dalam keterbatasan,” ungkap Afni.
Setelah menyelesaikan rangkaian agenda di Jakarta, Bupati Siak dijadwalkan kembali ke daerah dan melanjutkan aktivitas pemerintahan, termasuk menghadiri Festival Layang-Layang yang akan digelar di Siak sebagai bagian dari agenda kebudayaan dan hiburan masyarakat.***















