Nasional

Wamen Transmigrasi Tinjau BPPMT Pekanbaru, Dorong Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru

31
×

Wamen Transmigrasi Tinjau BPPMT Pekanbaru, Dorong Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini
Wamen Transmigrasi Tinjau BPPMT Pekanbaru, Dorong Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru
Wamen Viva Yoga melakukan kunjungan kerja ke Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, yang berlokasi di Jalan Raya Pekanbaru–Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (17/1/2026). /Taktiknews/Yw

Taktiknews.com, Pekanbaru – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan program transmigrasi kini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan diarahkan sebagai instrumen strategis untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat Wamen Viva Yoga melakukan kunjungan kerja ke Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, yang berlokasi di Jalan Raya Pekanbaru–Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (17/1/2026).

Setibanya di lokasi, Viva Yoga langsung meninjau sejumlah demonstration plot (demplot) yang menjadi sarana pelatihan calon transmigran. Ia mengamati langsung budidaya nanas di area belakang balai, bahkan turut menanam bibit serta memetik buah nanas yang siap panen sebagai bentuk dukungan terhadap pertanian produktif berbasis lahan transmigrasi.

Kunjungan dilanjutkan ke demplot perikanan bioflok, peternakan ayam, serta kolam pembesaran ikan. Di salah satu kolam, Viva Yoga menebar benih ikan sebagai simbol penguatan sektor perikanan budidaya yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi bagi transmigran.

Menurut Viva Yoga, seluruh demplot tersebut dirancang sebagai sarana pelatihan terpadu agar calon transmigran memiliki keterampilan praktis sebelum ditempatkan di kawasan transmigrasi.

“Ini bukan sekadar pelatihan, tapi pembekalan agar transmigran benar-benar siap mandiri. Mereka dilatih bertani, beternak, dan berbudidaya ikan sesuai potensi wilayah tujuan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, BPPMT Pekanbaru sebelumnya telah melatih 20 kepala keluarga calon transmigran asal Provinsi Lampung. Menurutnya, fakta bahwa Lampung kini menjadi daerah pengirim transmigran menunjukkan keberhasilan transformasi kawasan transmigrasi.

“Dulu Lampung adalah daerah tujuan transmigrasi, sekarang justru menjadi daerah asal. Ini bukti kawasan transmigrasi telah berkembang dan mandiri,” katanya.

Viva Yoga menekankan, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, kebijakan transmigrasi saat ini difokuskan pada pembangunan ekonomi kawasan, bukan semata pemerataan penduduk.

Salah satu contoh konkret, kata dia, adalah pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang (Batam, Rempang, Galang) di wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Di kawasan tersebut, Kementerian Transmigrasi akan menempatkan sekitar 1.000 kepala keluarga melalui program transmigrasi lokal.

“Kawasan Barelang sangat potensial. Kami kembangkan perikanan bioflok ikan nila, pertanian hidroponik, serta penguatan kelompok nelayan. Bahkan, kapal penangkap ikan sudah disalurkan untuk transmigran lokal,” jelasnya.

Meski berada di wilayah kepulauan, transmigran di Barelang juga dibekali keterampilan pertanian produktif. Pekarangan rumah diarahkan menjadi sumber pangan keluarga melalui budidaya sayuran dan buah secara hidroponik.

Dengan pola pelatihan menyeluruh tersebut, Viva Yoga optimistis transmigran tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga menghasilkan produk bernilai jual.

“Dari sinilah kawasan transmigrasi tumbuh menjadi pusat ekonomi baru. Dulu lahan kosong, sekarang ada aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya hingga berkembang menjadi desa, kecamatan, bahkan provinsi,” paparnya.

Ia menambahkan, sejak era Presiden Soekarno, program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, serta tiga ibu kota provinsi, yakni Papua Selatan, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Utara.

“Itu semua bukti bahwa transmigrasi adalah investasi jangka panjang bagi pembangunan nasional,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *