TAKTIKNEWS.COM – OPPO Reno16 Series hadir di tengah tren kenaikan harga smartphone global yang terus berlanjut sepanjang 2026. Kondisi ini membuat konsumen mulai mengutamakan perangkat dengan nilai pakai jangka panjang dibanding hanya mengejar spesifikasi tinggi.
Kenaikan Average Selling Price (ASP) smartphone kini tidak lagi dipandang sebagai fenomena sementara, melainkan bagian dari perubahan struktur industri teknologi dunia. Walau volume pengiriman perangkat mengalami penurunan, pendapatan pasar smartphone global justru mencapai 117 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2026 karena terdorong oleh kenaikan harga jual setiap unit.
Perubahan tersebut dipicu oleh persaingan ketat dalam memperoleh pasokan komponen semikonduktor, terutama memori berperforma tinggi. Industri kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat menyerap kapasitas produksi memori dalam jumlah besar sehingga pasokan untuk smartphone menjadi semakin terbatas.
Data Counterpoint Research mencatat harga DRAM untuk perangkat seluler melonjak lebih dari 50 persen secara kuartalan pada kuartal pertama 2026. Sementara itu, harga NAND Flash meningkat lebih dari 90 persen sehingga biaya produksi smartphone ikut terdorong naik secara signifikan.
Akibat lonjakan tersebut, komponen memori kini menyumbang sekitar 20 persen biaya produksi DRAM dan 16 persen untuk NAND Flash pada smartphone kelas menengah. Pada segmen premium, kontribusi biaya memori bahkan mengambil porsi yang lebih besar sehingga memberi tekanan tambahan bagi produsen.
Counterpoint Research memproyeksikan harga jual rata-rata smartphone global akan meningkat sekitar 6,9 persen sepanjang 2026. Tekanan biaya ini paling berat dirasakan produsen yang bermain di segmen entry-level dan mid-range karena margin keuntungan mereka relatif lebih tipis.
Sejumlah vendor memilih melakukan penyesuaian spesifikasi agar harga perangkat tetap kompetitif di pasar. Karena itu, konsumen kini dituntut lebih cermat saat memilih smartphone, tidak hanya melihat kapasitas RAM atau kamera, tetapi juga memperhatikan kualitas keseluruhan perangkat.
Perubahan harga juga memengaruhi perilaku konsumen dalam membeli smartphone baru. Jika sebelumnya perangkat diganti setiap 1,5 hingga 2 tahun, kini rata-rata siklus penggantian telah mencapai sekitar 43 bulan atau hampir 3,6 tahun, bahkan bisa mencapai lima tahun di sejumlah negara dengan pasar yang lebih matang.
Senior Analyst Counterpoint Research, Shenghao Bai, menilai lonjakan harga memori menjadi tantangan besar bagi produsen untuk menjaga keseimbangan antara biaya produksi, margin keuntungan, dan target penjualan. Kondisi tersebut membuat perusahaan mulai mengalihkan fokus dari sekadar perang spesifikasi menuju peningkatan daya tahan perangkat dan pengalaman penggunaan dalam jangka panjang.
Strategi itu juga diterapkan OPPO melalui OPPO Reno16 Series yang menawarkan dukungan pembaruan utama ColorOS hingga lima tahun, pembaruan keamanan selama enam tahun, serta layanan purnajual yang lebih komprehensif. Chief Marketing Officer OPPO Indonesia, Jiang Linlin, menegaskan bahwa nilai sebuah smartphone kini ditentukan oleh pengalaman penggunaan yang tetap optimal selama bertahun-tahun, sehingga dukungan sistem operasi, layanan servis resmi, dan ketahanan perangkat menjadi pertimbangan utama sebelum membeli smartphone baru.***














