Peristiwa

Nenek di Inhil Diserang Buaya Saat Mencuci, Warga Berjibaku Selamatkan Korban

23
×

Nenek di Inhil Diserang Buaya Saat Mencuci, Warga Berjibaku Selamatkan Korban

Sebarkan artikel ini
Nenek di Inhil Diserang Buaya Saat Mencuci, Warga Berjibaku Selamatkan Korban
Ilustrasi Nenek di terkam buaya di sungai inhil. /Taktiknews/Pikiran AI)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Ancaman buaya di wilayah permukiman bantaran sungai kembali memakan korban. Seorang perempuan lanjut usia di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, mengalami luka serius setelah diserang buaya saat beraktivitas di sungai, Sabtu (17/1) sore.

Korban bernama Salasiah (65) diserang buaya di Parit Ogok, wilayah Kelurahan Sungai Dusun, Kecamatan Batang Tuaka. Insiden itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ketika korban sedang mencuci di sungai yang berada tepat di belakang rumahnya.

Tanpa tanda-tanda, seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menggigit tangan kiri korban. Serangan mendadak tersebut membuat korban terseret ke bagian tengah sungai.

Peristiwa mencekam itu disaksikan langsung oleh suami korban yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi. Mendengar teriakan minta tolong, suami korban nekat terjun ke sungai untuk menyelamatkan istrinya.

Beberapa warga yang berada di sekitar bantaran sungai ikut memberikan bantuan. Mereka berjibaku melawan buaya dengan peralatan seadanya hingga akhirnya korban berhasil ditarik ke daratan.

“Suaminya memeluk korban sambil berusaha menendang buaya. Warga lain ikut membantu sampai buaya melepaskan gigitan,” ujar Antoni, warga setempat yang melihat kejadian tersebut.

Setelah buaya menjauh dan menghilang ke dalam sungai, warga segera mengevakuasi korban. Salasiah kemudian dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Akibatnya korban mengalami luka berat. Tulang lengan kirinya dilaporkan patah akibat gigitan buaya dan memerlukan penanganan medis lanjutan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidy, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut pihaknya langsung menurunkan personel ke lokasi untuk melakukan penyisiran.

“Kami menerima laporan warga dan segera mengerahkan empat personel untuk menyisir sungai guna mencari buaya yang menyerang korban,” kata Junaidy, Minggu (18/1/2026) kepada Taktiknews.com.

Tim DPKP Inhil tiba di lokasi sekitar pukul 17.15 WIB dan melakukan penyisiran hingga malam hari. Namun hingga pukul 19.05 WIB, keberadaan buaya belum berhasil ditemukan. Buaya tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar tiga meter.

Junaidy mengimbau warga yang bermukim di bantaran sungai agar lebih waspada dan mengurangi aktivitas di perairan, terutama pada sore hari.

“Jika warga melihat kemunculan buaya, segera laporkan. Kami siap melakukan penanganan agar tidak kembali memakan korban,” tegasnya.

Kasus ini kembali menegaskan tingginya risiko konflik manusia dan buaya di wilayah sungai Indragiri Hilir, terutama di kawasan permukiman yang masih bergantung pada sungai untuk aktivitas sehari-hari.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *