Banner Website
Daerah

Ketua TP PKK Rohil Hadiri HKG PKK 2026 di Makassar, Bawa Misi Promosi Kerajinan Daerah

12
×

Ketua TP PKK Rohil Hadiri HKG PKK 2026 di Makassar, Bawa Misi Promosi Kerajinan Daerah

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Rohil Hadiri HKG PKK 2026 di Makassar

MAKASSAR – HKG PKK 2026 menjadi agenda nasional yang diikuti Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Rokan Hilir, Tatik Sri Rahayu. Bersama rombongan daerah, ia bertolak ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk menghadiri puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) ke-46 Tahun 2026.

Rombongan perwakilan Kabupaten Rokan Hilir dilaporkan telah tiba di Makassar pada Kamis (9/7/2026). Kehadiran mereka menjadi bagian dari partisipasi daerah dalam agenda nasional yang mempertemukan TP PKK dan Dekranasda dari seluruh Indonesia.

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Jumat (10/7/2026), Tatik Sri Rahayu membagikan aktivitas selama berada di Makassar sekaligus menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

“Kuatkan 10 program pokok, laksanakan Asta Cita, wujudkan Indonesia Emas 2045, serta terus mendorong karya pengrajin lokal untuk semakin mendunia,” tulis Tatik.

“Mohon doa agar seluruh rangkaian acara sukses,” tambahnya.

Selain Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Rokan Hilir tersebut, rombongan juga didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Rokan Hilir, Yulisna, bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir lainnya.

Keikutsertaan delegasi Rokan Hilir dalam kegiatan nasional itu turut menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga menyoroti pelaksanaan perjalanan dinas di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah akibat kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.

Di tengah penerapan efisiensi pada berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), keberangkatan rombongan ke Makassar memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian kalangan mempertanyakan konsistensi penerapan kebijakan penghematan anggaran, sementara hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pemerintah daerah terkait anggaran yang digunakan dalam agenda tersebut.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *