Taktiknews.com, Pekanbaru – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau (DPRD) Riau, Kaderismanto, menegaskan bahwa pihaknya akan memprioritaskan usulan masyarakat yang bersifat mendesak di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas.
Penegasan itu disampaikan usai dirinya melaksanakan reses di daerah pemilihan Dumai, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti. Dalam agenda serap aspirasi tersebut, berbagai kebutuhan masyarakat disampaikan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga program pemberdayaan ekonomi.
Namun, Kaderismanto mengakui bahwa kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Riau saat ini belum stabil. Karena itu, pengalokasian anggaran harus benar-benar selektif dan berbasis skala prioritas.
“Sejak awal sudah kami sampaikan, yang akan diperjuangkan adalah usulan yang benar-benar prioritas dan mendesak untuk masyarakat,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, hampir seluruh anggota DPRD Riau menghadapi situasi serupa di daerah pemilihan masing-masing. Banyak aspirasi yang masuk, tetapi keterbatasan anggaran memaksa dilakukan penyaringan ketat.
Ia menekankan bahwa kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur vital, layanan publik, dan program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan akan menjadi perhatian utama.
“Dengan kondisi anggaran yang sangat terbatas, tentu kita dahulukan yang prioritas. Untuk program lainnya mungkin membutuhkan waktu dan penyesuaian,” jelasnya.
Isu utama yang disorot dalam pernyataan tersebut adalah kesehatan fiskal daerah. Kaderismanto menilai perlu ada langkah serius untuk memperbaiki struktur pendapatan agar APBD Riau ke depan lebih kuat dan tidak terus tertekan.
Sebagai Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Riau, ia juga menyatakan komitmennya untuk mengawal upaya pemerintah daerah dalam menggali potensi pendapatan dari berbagai sektor strategis.
“Kita akan dorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar bergerak cepat mencari terobosan peningkatan pendapatan daerah. Harapannya, tahun depan kondisi APBD bisa lebih baik,” katanya.
DPRD Riau, lanjutnya, akan bekerja maksimal agar kebijakan anggaran tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Ia optimistis dengan kerja sama eksekutif dan legislatif, kondisi fiskal Riau dapat berangsur membaik.
Langkah pengetatan prioritas anggaran ini dinilai sebagai strategi realistis di tengah tantangan keuangan daerah. Fokus pada program mendesak diharapkan mampu menjaga stabilitas pembangunan tanpa mengabaikan kebutuhan utama masyarakat.













