Banner Website
Politik

DPRD Pekanbaru Soroti Balap Liar HR Soebrantas, Desak Patroli dan Sirkuit Legal

44
×

DPRD Pekanbaru Soroti Balap Liar HR Soebrantas, Desak Patroli dan Sirkuit Legal

Sebarkan artikel ini
DPRD Pekanbaru Soroti Balap Liar HR Soebrantas, Desak Patroli dan Sirkuit Legal
Balap liar di jalan protokol Jalan HR Soebrantas. (TN/Vitra)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Aksi balap liar yang marak terjadi di Jalan HR Soebrantas usai waktu sahur hingga sekitar pukul 08.00 WIB mendapat sorotan tajam dari DPRD Kota Pekanbaru. Aktivitas tersebut dinilai membahayakan keselamatan publik dan mengganggu ketertiban umum, terutama karena berlangsung di jalur utama yang padat aktivitas warga.

Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Zakri Fajar Triyanto, menegaskan bahwa praktik balap liar di jalan protokol tidak bisa dianggap sebagai kenakalan remaja biasa. Risiko kecelakaan, kebisingan, hingga kemacetan menjadi ancaman nyata bagi pengguna jalan.

“Ini bukan sekadar hobi. Jalan HR Soebrantas adalah akses vital masyarakat. Kalau dibiarkan, potensi kecelakaan sangat besar,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Zakri menilai lokasi balap liar yang berada di kawasan permukiman dan pusat aktivitas warga membuat situasi semakin berbahaya. Pada jam-jam tersebut, masyarakat sudah mulai beraktivitas, termasuk pekerja dan pelajar yang melintas.

Ia mengingatkan bahwa kecelakaan lalu lintas akibat balap liar bukan hanya merugikan pelaku, tetapi juga dapat menimbulkan korban dari masyarakat yang tidak terlibat.

“Pengguna jalan lain bisa menjadi korban. Ini yang harus dicegah,” tegasnya.

Selain meminta pengawasan ketat, Zakri juga menyoroti perlunya pendekatan solutif. Ia mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru bersama stakeholder terkait untuk menyediakan ruang legal bagi anak muda yang memiliki minat di bidang otomotif.

Menurutnya, jika hobi balap diarahkan ke tempat resmi dan aman, potensi risiko di jalan raya bisa ditekan. “Kalau memang punya bakat atau minat balap, seharusnya difasilitasi di tempat yang legal dan terkontrol,” katanya.

Di sisi lain, Zakri meminta aparat kepolisian meningkatkan patroli rutin pada jam rawan, khususnya setelah sahur hingga pagi hari. Langkah tegas dinilai penting untuk memberikan efek jera kepada pelaku.

“Pengawasan harus konsisten. Penindakan juga perlu agar ada efek jera dan masyarakat tidak terus-menerus merasa resah,” ujarnya.

Isu balap liar di Pekanbaru kembali menjadi perhatian publik, terutama menjelang Ramadan, saat aktivitas dini hari meningkat. DPRD menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, dan tindakan preventif perlu segera dilakukan sebelum menimbulkan korban jiwa.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *