Banner Website
Peristiwa

Elevasi Waduk Koto Panjang Naik Tajam, PLTA Lakukan Early Release dan Imbau Warga Waspada

42
×

Elevasi Waduk Koto Panjang Naik Tajam, PLTA Lakukan Early Release dan Imbau Warga Waspada

Sebarkan artikel ini
Update Waduk Koto Panjang: Level Air Terkendali, Spillway Belum Dibuka
Pengelola PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, memastikan kondisi Waduk Koto Panjang masih dalam status aman hingga Sabtu (20/12/2025) pagi./Taktiknews/Yuris

Taktiknews.com, Kampar – Ketinggian air Waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar kembali mengalami peningkatan signifikan. Hingga Jumat pagi, 9 Januari 2026, pukul 07.00 WIB, elevasi waduk tercatat mencapai 80,82 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Angka tersebut menunjukkan lonjakan cukup tajam dibandingkan kondisi sehari sebelumnya yang berada di level 80,19 mdpl. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya debit air masuk ke waduk dari hulu Sungai Kampar.

Manajer PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menyampaikan bahwa pada waktu pemantauan tersebut, debit inflow waduk tercatat sebesar 1.714,70 meter kubik per detik (m³/s). Sementara itu, debit air yang dikeluarkan melalui turbin atau outflow baru mencapai 343,76 m³/s.

“Debit masuk saat ini cukup besar, sementara kapasitas pengeluaran melalui turbin masih terbatas,” jelas Dhani.

Untuk mengantisipasi peningkatan volume air dan menjaga elevasi waduk tetap terkendali, manajemen PLTA Koto Panjang sebelumnya telah melakukan pembukaan pintu pelimpah (spillway) sejak Selasa, 30 Desember 2025, sekitar pukul 10.00 WIB.

Pembukaan spillway dilakukan melalui skema early release, setelah melalui koordinasi Tim Pengoperasian Bendungan PLTA Koto Panjang dan sesuai dengan prosedur operasional standar. Pada tahap awal, dua pintu spillway dibuka dengan ketinggian masing-masing 50 sentimeter, yang setara dengan debit buangan sekitar 134 m³/s.

Dengan demikian, total air yang dilepas dari waduk merupakan akumulasi antara debit turbin dan debit spillway.

Dhani menjelaskan, kebijakan early release menjadi langkah strategis mengingat kondisi operasional PLTA saat ini hanya mengandalkan dua unit pembangkit, sehingga kemampuan pembuangan air melalui turbin belum optimal.

“Kami terus melakukan pemantauan ketat terhadap inflow, outflow, serta elevasi waduk, dan akan menyesuaikan pola operasi sesuai perkembangan di lapangan,” ujarnya.

Seiring meningkatnya elevasi waduk, pihak PLTA Koto Panjang kembali mengimbau masyarakat di wilayah hilir waduk dan sepanjang aliran Sungai Kampar agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar sungai dan selalu mengikuti informasi resmi dari pengelola PLTA maupun instansi terkait.

Manajemen PLTA memastikan bahwa pemantauan kondisi waduk akan terus dilakukan secara berkala, dan setiap perkembangan terbaru akan segera disampaikan kepada publik demi keselamatan bersama.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *