Taktiknews.com, Pekanbaru – Capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau sebesar 4,79 persen sepanjang 2025 menjadi pijakan penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Angka tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi daerah yang tetap terjaga meski berada di tengah tekanan dan dinamika ekonomi nasional.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD yang digelar di Menara Dang Merdu BRKS, Rabu (18/2/2026).
Menurut Syahrial, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah yang lebih tajam, partisipatif, dan berbasis data. Ia menekankan bahwa perencanaan pembangunan tidak bisa lagi bersifat administratif semata, tetapi harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi ini menjadi modal optimisme, namun harus diikuti dengan perencanaan yang tepat sasaran agar manfaatnya dirasakan secara merata,” ujarnya kepada TaktikNews.com.
Dalam pemaparannya, Syahrial mengungkapkan bahwa perekonomian Riau pada 2025 berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp1.201,38 triliun. Sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp598,61 triliun.
Dari sisi produksi, sektor Jasa Lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi dengan angka 11,41 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, kinerja ekspor luar negeri tumbuh signifikan sebesar 11,86 persen, menandakan daya saing ekonomi Riau yang semakin menguat.
“Ini menunjukkan struktur ekonomi kita mulai bergerak lebih dinamis dan kompetitif,” jelasnya.
Secara nasional, Riau memberikan kontribusi 5,08 persen terhadap perekonomian Indonesia pada 2025. Provinsi ini juga tercatat sebagai daerah dengan PDRB terbesar keenam secara nasional serta terbesar kedua di luar Pulau Jawa.
Sejalan dengan capaian tersebut, RKPD Provinsi Riau tahun 2027 mengusung tema Pemantapan Pembangunan untuk Penguatan Daya Saing dan Ekonomi Inklusif. Fokus pembangunan diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan percepatan infrastruktur sebagai pilar utama pertumbuhan berkelanjutan.
“Kita akan menitikberatkan pembangunan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan. Selain itu, penguatan infrastruktur, tata kelola pemerintahan, ekonomi inklusif, serta keberlanjutan lingkungan hidup juga menjadi perhatian utama,” tegas Syahrial.
Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi Riau membuka ruang masukan dari berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan RKPD 2027 benar-benar mencerminkan kebutuhan daerah dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang adil dan berdaya saing.***












