Banner Website
Politik

Balap Liar Ramadan Meresahkan, DPRD Pekanbaru Desak Penguatan Pengawasan Polisi

75
×

Balap Liar Ramadan Meresahkan, DPRD Pekanbaru Desak Penguatan Pengawasan Polisi

Sebarkan artikel ini
DPRD Pekanbaru Soroti Balap Liar HR Soebrantas, Desak Patroli dan Sirkuit Legal
Balap liar di jalan protokol Jalan HR Soebrantas. (TN/Vitra)

Taktiknews.com, Pekanbaru – Aksi balap liar yang kerap muncul selama Ramadan kembali menjadi perhatian publik dan wakil rakyat di Kota Kota Pekanbaru. Fenomena tersebut dinilai sebagai masalah tahunan yang belum memiliki solusi tuntas, khususnya saat aktivitas masyarakat meningkat pada waktu menjelang sahur dan menjelang berbuka puasa.

Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Firmansyah, menilai aksi balap liar yang melibatkan banyak remaja semakin meresahkan warga karena berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan mengganggu ketertiban umum.

Firmansyah menyebut, balap liar kerap meningkat saat Ramadan, terutama ketika pelajar memiliki waktu luang lebih banyak akibat libur sekolah atau perubahan jam belajar.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban jalan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lain, termasuk pengendara yang sedang beraktivitas di jam-jam rawan kecelakaan.

โ€œFenomena ini hampir selalu muncul setiap Ramadan. Kondisi ini tentu meresahkan masyarakat dan sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan,โ€ ujar Firmansyah, Selasa (24/2/2026).

Ia menilai diperlukan langkah pengawasan yang lebih ketat dari aparat keamanan untuk menekan aktivitas balap liar di titik-titik rawan.

Untuk memperkuat penertiban, DPRD Pekanbaru meminta aparat kepolisian meningkatkan intensitas patroli, termasuk mempertimbangkan penambahan sarana operasional di lapangan.

Firmansyah mengakui bahwa upaya penindakan sudah dilakukan, termasuk patroli rutin dan pendekatan persuasif kepada para remaja yang terlibat.

Pihak kepolisian juga disebut telah berupaya menyalurkan energi positif generasi muda melalui kegiatan alternatif seperti lomba olahraga yang bertujuan mengalihkan minat remaja dari aktivitas jalanan berbahaya.

Langkah tersebut mendapat apresiasi, meski DPRD menilai penanganan di lapangan masih terkendala keterbatasan sumber daya.

โ€œKami mengapresiasi langkah kepolisian, tetapi penertiban belum maksimal karena keterbatasan armada dan personel,โ€ tambahnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut menegaskan bahwa penanganan balap liar tidak bisa hanya mengandalkan tindakan represif. Menurutnya, pendekatan pembinaan sosial juga harus diperkuat agar masalah serupa tidak terus berulang setiap tahun.

Ia mendorong adanya penyediaan ruang aktivitas positif bagi remaja, seperti kegiatan olahraga, komunitas kreatif, hingga program pembinaan di lingkungan sekolah.

Firmansyah berharap pemerintah daerah, aparat kepolisian, sekolah, dan keluarga dapat memperkuat kerja sama dalam membimbing generasi muda.

Peran orang tua dinilai sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak, terutama selama bulan Ramadan yang sering menjadi periode meningkatnya aktivitas remaja di luar rumah pada malam hari.

Pihak DPRD Pekanbaru berharap penanganan balap liar dapat menjadi prioritas bersama demi menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih kondusif selama Ramadan.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *